Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Puisi Tentang Hari Kesaktian Pancasila, Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila

Puisi Tentang Hari Kesaktian Pancasila, Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila
Puisi Tentang Hari Kesaktian Pancasila, Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila. Dok. Gurupenyemangat.com

Bulan telah berganti, dan saat ini kita telah tiba di tanggal 1 Oktober 2021. Guru Penyemangat jadi teringat dengan puncak kisah kelam di lubang buaya.

Yup, gugurnya para pahlawan revolusi pada tahun 1965 mengajak kita untuk sejenak mengheningkan cipta, memasang bendera setengah tiang, serta memperingati Hari Kesaktian Pancasila.

Pada tahun 2021 di era pandemi ini, pemerintah mengambil tema “Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila” dan kegiatan upacara utama dilaksanakan di Monumen Pancasila Sakti, Jalan Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Lebih daripada itu, Gurupenyemangat.com pula ingin menuangkan catatan semangat menyambut Hari Kesaktian Pancasila dengan berbagi sajak lama berupa puisi.

Kumpulan contoh puisi tentang Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober ini semoga bisa menginspirasi dan menyemangati diri agar Indonesia semakin tangguh.

Jadi, langsung disimak saja, ya:

Puisi Kesaktian Pancasila 1 Oktober

Puisi 1: Diorama Berdarah 1 Oktober

Puisi Diorama Berdarah 1 Oktober
Puisi 1: Diorama Berdarah 1 Oktober. Dok. Gurupenyemangat.com

Aku ingin menceritakan sebuah percakapan takdir berdarah. Di mana pemberontakan sadis berakhir dengan luka-luka duka.

Mereka yang terhasut oleh durjana memberontak mengusik asa. Bergembar-gembor menyuarakan ideologi sesat menyayat Pancasila.

Dasar komunisme!

Durhaka kau kepada manusia. Menyayat daging suci menimbunnya ke lubang buaya. Sungguh 1 Oktober yang penuh dengan diorama berdarah.

Tidak cukup dengan luka, ditambah dengan siksa. Tidak cukup dengan siksa, ditambah dengan anak bedil. Das!

Bercak-bercak darah diseret mewangikan semak belukar menuju Pondok Gede. Perwira dengan bangga mencium tanah. Dua hari dua malam hingga bangkai ditemukan oleh dunia.

Kini percakapan takdir berdarah terpatri di atas diorama. Satu Oktober jadi pengingat atas masa lalu yang kelam. Mengingat kembali darah kental yang memerah lalu hitam legam.

Darah segera musnah ditelan tanah, tapi tidak dengan kisah.

Karya Ozy V. Alandika

Boleh Baca: Puisi Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia

Puisi 2: Pancasila Dasar Negaraku

Dasar negaraku adalah Pancasila
Dengan Ketuhanan yang Maha Esa
Mendamaikan selisih atas ragam agama
Meninggikan toleransi akan cara berdoa

Dasar kemanusiaan kita adalah Pancasila
Dengan perilaku adil dan adab sebagai tajuk utama
Ragam warna kulit, suku, hingga ras adalah sama
Karena penilaian tertinggi adalah takwa

Dasar persatuan kita adalah Pancasila
Dengan gaungan kesatuan yang menggelora
Tidak peduli mereka yang di dusun atau kota
Setiap warga senantiasa bersatu dalam upaya

Dasar hikmat kebijaksanaan kita adalah Pancasila
Dengan musyawarah sebagai ketok palu utama
Tidak peduli status pemimpin dan penguasa
Rakyat tetap ambil bagian atas merdeka

Dasar keadilan adalah Pancasila
Keadilan sosial untuk rakyat Indonesia
Bukan untuk mereka yang duduk di singgahsana
Tapi juga bagi kita yang berbeda budaya

Pancasila tetaplah dasar negaraku
Dengan dasar yang bukan sekadar omong lalu
Mari senantiasa kita bahu-membahu
Mewujudkan Indonesia tangguh hingga akhir waktu

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 3: Bendera Setengah Tiang

Satu Oktober yang cerah mengajakku untuk keluar rumah
Kuambil bambu, kupotong, lalu kutancapkan di halaman

Pergiku ke dalam kamar
Kuambil bendera merah putih
Lalu kupajang dengan setengah tiang

Usaha yang tidak mengeluarkan banyak keringat
Untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Jika diajak bertumpah darah dengan sayat-sayat luka
Aku akan mengaku tidak sekuat itu
Tenagaku mungkin cukup untuk berteriak revolusi hingga parau
Tapi untuk berkorban nyawa laksana pahlawan?

Berat;

Aku bukan apa-apa tanpa jasa para pahlawan
Hanya sekadar hapal Pancasila semua orang bisa
Hanya sekadar jadi pembina upacara semua orang bisa
Yang berat bagi kita adalah mengamalkan butir-butir Pancasila

Tidak sekadar bicara
Tidak cukup dengan kata-kata
Tidak pula cukup sekadar hormat kepada setengah tiang bendera
Sudah sewajarnya diri lebih tangguh untuk berupaya

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi Kesaktian Pancasila 4 Bait, Cocok untuk Anak SD

Nah, berikut Guru Penyemangat juga menghadirkan contoh puisi bertema Hari Kesaktian Pancasila 4 bait singkat yang mudah dipahami dan cocok untuk dibacakan oleh anak TK maupun SD.

Silakan disimak, ya:

Puisi 4: Sakti Pancasilaku

Puisi Sakti Pancasilaku
Puisi Sakti Pancasilaku. Dok. Gurupenyemangat.com

Pancasilaku sakti dengan lima janji
Tangguh untuk wujudkan kedamaian negeri
Biar dalam ramai maupun sepi
Dasar negara tetap jadi panduan bakti

Sakti Pancasilaku
Menyatukan keberagaman tanpa membelenggu
Memadukan ragam warna kulit tanpa harus malu
Meninggikan kemanusiaan agar tidak segan bertamu

Sakti Pancasila jaya negeriku
Merah putih akan berkibar sepanjang waktu
Meski nanti dengan ada atau tidaknya aku
Negeri ini akan terus tumbuh dan maju

Sakti Pancasilaku
Menjadi dasar bagi orang-orang tangguh
Aku tetap setia berkorban untukmu
Meski nanti langit akan runtuh

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 5: Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila

Indonesia tangguh berlandaskan Pancasila
Bersatu walau ada beragam rupa
Dari Sabang sampai Merauke
Dari Miangas sampai pulau Rote

Indonesia tangguh dalam segenap asa
Menyatukan rakyat dengan kelima sila
Ketuhanan yang Masa Esa adalah yang utama
Disertai harapan keadilan sosial bagi semua

Pancasila adalah dasar negara kita
Pada setiap butir nilainya bernilai amalan cinta
Damai dan berbuat baik terhadap sesama
Juga segunung abdi untuk menggapai jaya

Indonesia tangguh berlandaskan Pancasila
Janganlah kita berpecah-belah dalam upaya
Singkirkan para pengkhianat dari rasa
Agar Bumi Pertiwi aman tenteram sentosa

Karya: Ozy V. Alandika

Boleh Baca: Puisi Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh

Puisi 6: Dalam Ragaku Tertulis Pancasila

Periksalah segenap hati ini
Dalam ragaku tertulis Pancasila
Dengan cinta tulus nan suci
Perjuangan dengan semangat menyala-nyala

Periksalah segenap darah ini
Dalam nadinya tertulis Pancasila
Mengalir deras memacu impian diri
Juga berharap atas kejayaan negara

Periksalah detak jantung ini
Senantiasa memompa denyut Pancasila
Dimulai dari doa merdu kepada Ilahi
Dilanjutkan berjuang dengan semampu upaya

Dalam ragaku sudah tertulis Pancasila
Sebagai dasar diri dan penguat jiwa
Menjadi bekal amalan terhadap sesama
Menjadi bagian bakti diri untuk negara

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 7: Hari Kesaktian Pancasila

Satu Oktober mengingatkan kita
Akan sebuah kisah kelam penuh tragedi
Bagaimana bisa ada pengkhianat Pancasila
Padahal sudah menjadi dasar Bumi Pertiwi

Hari Kesaktian Pancasila penuh hikmah
Bahwa jangan sekali-kali jadi pengkhianat negara
Kemerdekaan sudah digapai dengan susah-payah
Apa salahnya kita menikmati hidup dengan gembira

Dulu para pahlawan meneriakkan revolusi
Tapi dewan jendral menafsirkan salah arti
Menduganya Pancasila tidak lagi sakti
Padahal hati saat itu sudah jauh dari suci

Hari Kesaktian Pancasila mengajak kita berbenah
Atas perilaku diri yang senantiasa enggan berubah
Atas kesatuan rakyat yang mulai berpecah
Hanya impian dan tekad yang membuat kita membuncah

Karya: Ozy V. Alandika

**

Yup, demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang puisi bertema Hari Kesaktian Pancasila yang biasa diperingati pada tanggal 1 Oktober.

Semoga bermanfaat dan menginspirasi.


Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Puisi Tentang Hari Kesaktian Pancasila, Indonesia Tangguh Berlandaskan Pancasila"

--