Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Saja Wujud Kesejahteraan Rakyat Indonesia Setelah Kemerdekaan?

Apa Saja Wujud Kesejahteraan Rakyat Indonesia Setelah Kemerdekaan
Apa Saja Wujud Kesejahteraan Rakyat Indonesia Setelah Kemerdekaan? Dok. Batamtoday.com

Merdeka!

Walaupun tanggal 17 Agustus 2021 sudah mulai menjauh, namun Guru Penyemangat selalu yakin bahwa semangat jiwa muda untuk memajukan negeri akan terus tumbuh.

Tahun ini, lagi-lagi kita merayakan Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia dengan berdampingan bersama pandemi. Sudah pasti rasanya kurang greget. Sepi. Susah gerak.

Hanya saja, pernyataan yang ingin aku lontarkan di sini adalah, sudah sampai mana wujud kesejahteraan Rakyat Indonesia setelah kemerdekaan?

Sebagaimana yang kita ketahui, kata “Merdeka” menurut KBBI memiliki beragam arti mulai dari bebas dari penjajahan, perhambahaan, berdiri sendiri, tidak terkena tuntutan, tidak terikat, tidak bergantung kepada orang lain, leluasa, hingga dapat berbuat mengikuti kehendak.

Bila kita sandingkan berbagai arti alias makna kata “Merdeka” tersebut dengan kesejahteraan rakyat terutama di masa pandemi seperti saat sekarang ini, maka semua pihak terutama pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan kemerdekaan kepada rakyatnya.

Wujud Kesejahteraan Rakyat Indonesia Setelah Kemerdekaan RI

Wujud Kesejahteraan Rakyat Indonesia Setelah Kemerdekaan RI
Wujud Kesejahteraan Rakyat Indonesia Setelah Kemerdekaan RI. Dok. Gurupenyemangat.com

Kesejahteraan tiap-tiap warga memiliki berbagai wujud, bentuk, dan rupa. Untuk menilik lebih jauh, kita perlu menyoroti beberapa aspek penting yang berkaitan dengan kesejahteraan.

Berikut sajiannya:

1. Tiap-tiap Rakyat Indonesia Mendapatkan Penghidupan yang Layak

Yup. Walaupun Indonesia sudah semakin bertambah tua, pemerintah jangan lupa dengan kewajiban memberikan penghidupan yang layak untuk rakyatnya sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Bumi Pertiwi mencapai angka 8,75 juta jiwa per Februari 2021.

Jumlah Pengangguran di Indonesia 2021
Jumlah Pengangguran di Indonesia 2021. Dok. Katadata.co.id

Ngerinya, angka tersebut naik sebesar 26,26% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 6,93 juta orang.

Apakah ini adalah imbas dari pandemi corona? Benar. Corona sangat berpengaruh dalam mengombang-ambing kesejahteraan rakyat Indonesia.

Berbagai kebijakan seperti lockdown, PSBB, hingga PPKM mengakibatkan banyak mata pencaharian warga negara Indonesia lenyap hingga akhirnya mereka di-PHK, bahkan nekat mencuri hanya demi sesuap nasi.

Jadi, menurut Guru Penyemangat, penghidupan yang layak adalah salah satu wujud kesejahteraan Rakyat Indonesia yang harus segera diupayakan setelah kemerdekaan RI.

2. Tiap-tiap Warga Negara Indonesia Berhak Mendapatkan Pendidikan yang Layak

Pendidikan adalah investasi masa depan, maka setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan layanan tersebut demi kemajuan dan ketanggguhan bangsa.

Bukan apa-apa. Guru Penyemangat hanya mencoba untuk kembali mengingatkan kita bersama bahwa para generasi muda penerus bangsa sudah dijamin pendidikannya menurut UUD 1945 pasal 31.

Pemerintah yang bertanggung jawab mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional serta menyediakan anggaran minimal 20% dari APBN.

Hanya saja, semenjak pandemi menerjang Bumi Pertiwi, rasa-rasanya geliat pendidikan kita berjalan dua arah. Di satu sisi ada pembelajaran daring, di sisi lain ada pembelajaran luring.

Entah itu terasa atau tidak, yang jelas perlahan-lahan kesenjangan pendidikan semakin senjang.

Mereka yang sukses menggelar pembelajaran daring semakin digenjot oleh pemerintah dengan memberi asupan kuota, mendirikan platform belajar online gratis, hingga pelatihan.

Sedangkan mereka rakyat Indonesia yang belajar secara luring? Apa yang diupayakan oleh pemerintah? Bahkan masih cukup banyak sekolah-sekolah terpencil yang belum mendapat akses listrik. Alih-alih bicara sinyal internet dan kuota, buku ajar siswa saja tidak punya.

Menurut data UNICEF tahun 2021, ada sebanyak 938 Anak Indonesia dengan rentang umur 7-18 tahun yang harus mengalami putus sekolah akibat Pandemi Covid-19.

Data Anak Putus Sekolah UNICEF 2021
Data Anak Putus Sekolah UNICEF 2021. Dok. Katadata.co.id

Sedihnya, 74% dari mereka terpaksa putus sekolah gara-gara alasan ekonomi. Gurupenyemangat.com merinding menulis data ini.

Bukan apa-apa. Kita sudah merdeka dan Indonesia semakin bertambah tua. Kita juga merupakan bangsa yang besar. Tapi mengapa masih ada banyak generasi penerus yang belum mendapatkan pendidikan. Padahal, semua WNI berhak mendapat pendidikan yang layak, kan?

Catat! Inilah salah satu dosa pemerintah.

3. Layanan Kesehatan

Setiap orang akan bisa berteriak “Merdeka” dengan keras ketika dirinya sehat, maka dari itu, salah satu wujud kemerdekaan saat berdiam di negeri sendiri adalah jaminan kesehatan.

Pak Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bahkan mengakui sendiri bahwa beban negara dalam menanggung biaya kesehatan akan semakin berat gara-gara pertumbuhan biaya kesehatan di tanah air yang terus membengkak.

Pada Maret 2021 lalu Pak Menkes menjelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan belum sebanding dengan harapan hidup seseorang.

Dia memberi permisalan tentang eksistensi sehat di AS yang biaya kesehatannya US$12.000 per kapita dengan harapan hidup rata-rata 79 tahun. Sementara di Jepang hanya US$5.000 per kapita tapi harapan hidupnya rata-rata 84 tahun atau lebih panjang.

Sayangnya, contoh itu adalah wujud dari kesejahteraan negara maju, sedangkan negeri kita Indonesia masih terus berkembang dengan segunung masalah kesehatan.

Tambah lagi semenjak hadirnya corona, tidak sedikit rakyat Indonesia yang enggan pergi ke rumah sakit untuk berobat, padahal dia sakit.

Coba tebak, apa alasannaya? Yup. Mereka sudah keduluan curiga jangan-jangan nanti langsung dicap positif corona.

Kita sedih.

Eksistensi pandemi telah menjadi ujian yang berat untuk negeri. Bukan hanya menjadikan krisis di bidang kesehatan, melainkan juga krisis kepercayaan. Kalau sudah seperti ini, sudah sejauh mana kita merdeka?

*

Selain dari ketiga poin di atas, masih banyak lagi wujud kesejahteraan rakyat Indonesia setelah kemerdekaan.

Sebut saja seperti kesetaraan gender, mendapat perlakukan dan perlindungan hukum yang sama, bebas berkarya, serta bisa hidup sederajat dengan bangsa lainnya.

Walau begitu kisahnya, kita jangan pernah lupa bahwa semua warga adalah bagian dari Indonesia.

Maka dari itu, mari sama-sama kita berusaha mewujudkan tujuan nasional Bumi Pertiwi agar derajat kesejahteraan di berbagai aspek kehidupan semakin meningkat.

Salam Merdeka. Tetap tangguh dan teruslah bertumbuh.

Lanjut Baca: Karangan Bertema Kemerdekaan Indonesia

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Apa Saja Wujud Kesejahteraan Rakyat Indonesia Setelah Kemerdekaan?"