Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sajak Awal Muharram, Tahun Baru Islam 1443 Hijriah adalah Momentum Peringatan

Sajak Awal Muharram
Sajak Awal Muharram. Gambar oleh Mario Vogelsteller dari Pixabay

Muharram telah tiba!

Rasanya semua muslim di seluruh dunia sedang berbahagia. Entah itu di Indonesia, Malaysia, hingga Palestina masing-masing dari mereka ingin mengobarkan cahaya Islam.

Islam adalah agama yang sempurna, agama yang cinta damai, menjunjung tinggi toleransi, sekaligus menyelamatkan tiap-tiap insan.

Maka dari itulah, momentum Tahun Baru Islam 1443 Hijriah yang jatuh pada tanggal 10 Agustus 2021 ini bisa kita anggap sebagai momentum peringatan.

Yup, peringatan tentang umur misalnya. Sudah sebermanfaat apakah usia dan napas ini untuk merengkuh pahala. Atau malah lebih sibuk dengan dunia dan segala isinya yang fatamorgana.

Hemm.

Bismillah. Di sini Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan kumpulan sajak awal Muharram yang bisa kita jadikan penyemangat beribadah.

Silakan langsung disimak saja, ya:

Sajak: Awal Muharram yang Terlihat Murung

Sajak Awal Muharram yang Terlihat Murung
Sajak Awal Muharram yang Terlihat Murung. Gambar oleh Engin Akyurt dari Pixabay

Awal Muharram terlihat murung
Tapi bukannya sepi
Awal Muharram terlihat mendung
Tapi bukan sebagai sunyi

Awal Muharam terlihat bingung
Tapi bukan berupa syair-syair elegi
Awal Muharram tampak linglung
Tapi bukan hanya gara-gara pandemi

Cobalah bertanya pada hati tentang apa kabar iman
Mungkin segenap hati menjawab sudah kering kerontang
Cobalah bertanya pada diri tentang apa kabar kebaikan
Mungkin langit akan bercerita malu atas jahat yang bukan kepalang

Cobalah bertanya kepada Islam kepada teman
Mungkin mereka akan menjawab dengan perdebatan dalil yang menjulang
Tidak akan pernah selesai
Zaman jahiliyah kembali dimulai

Yang kemarin rajin ibadah sekarang jadi lalai
Para pembohong sudah semakin pandai
Awal Muharram terlihat murung
Senja yang cerah tak lagi mau nimbrung

Kebebasan beribadah pun serasa dipasung
Lelah berdiam di rumah karena dikepung
Cobalah bertanya kepada diri bagaimana caranya sehat
Mungkin diri akan menjawab kau harus banyak minum obat

Cobalah bertanya kepada pemerintah bagaimana caranya sehat
Mungkin pemerintah akan menjawab terserah agar kau berhemat
Cobalah bertanya kepada kyai bagaimana caranya selamat
Mungkin kyai akan menjawab beribadahlah sebelum kiamat

Awal Muharram yang murung tapi tidak denganmu
Cahaya Islam pasti menerangi setiap ramai dan sepimu
Berkabarlah kepada hati untuk lebih peduli dengan dirimu
Agar kau lebih siap menjelang malaikat langit bertamu

Yang murung adalah pahalamu
Belum cukup banyak untuk masuk surga
Yang murung adalah kebaikanmu
Belum cukup tulus untuk diganjar pahala
Yang murung adalah sedekahmu
Belum cukup ikhlas untuk mengusir riya
Yang murung adalah sholatmu
Belum cukup khusyuk dan sedikit berdoa
Yang murung adalah Islam di hatimu
Belum cukup kuat menjadi muslim yang berdaya guna

Perbaikilah
Selagi umur masih bersisa
Bertulus hatilah
Selagi anggota tubuh masih prima
Berbuat baiklah
Selagi ada kesempatan mendapat pahala
Bertakwalah
Semoga kita sama-sama masuk surga

Sajak: Ampuni Aku, Ya Allah

Aku sudah banyak dosa
Saban hari dan ketika
Sibuk dengan dunia
Semangat mengejar harta

Sedikit berdoa
Terlalu cepat sembah Maha Kuasa
Aku dan lupa yang disengaja
Pura-pura tidak kenal dengan Sang Pencipta

Padahal aku sudah diciptakan sempurna
Dengan dua tangan, kaki, juga mata
Melihat tanah aku bangga
Tampak besar dan digdaya

Melihat ke atas aku malu dengan angkasa
Nyata dan terang aku tidak ada apa-apanya
Pada momentum Muharram kali ini
Aku memohon ampun kepada-Mu Ya Allah

Aku malu dan sungguh tidak tahu diri
Padahal sebentar lagi dunia runtuh tersulut galah
Dosaku terus bertambah acapkali
Sedangkan ke masjid sebentar sudah lelah

Di sisa umur dan semenjak bergantinya hari
Aku memohon ampun atas segala dosa, Ya Allah

Sajak Tahun Baru Islam

Tahun sudah berganti
Mungkin orang sibuk dengan kembang api
Kadangkala rajin bakar ubi
Juga merebus jagung bersama sejoli

Padahal Muharam tidak sebercanda itu
Tahun Baru Islam bukan untuk hal sesia-sia begitu
Berganti bulan adalah pertanda akhir waktu
Siap-siap roh akan terpisah dari kalbu

Akhirat yang kekal
Dunia penuh bual
Kau dan aku kurang bekal
Sedikit lagi kesempatan untuk beramal

Tahun baru Islam
Sudah 1443 tahun dari hijrah yang silam
Berhenti kau bergumam
Rajinlah kita bangun di sepertiga malam
Hijrahlah hati jangan kau dendam
Jasad dan roh segera kau ihram

***

Demikianlah contoh sajak bertema awal Muharram untuk menyambut Tahun Baru Islam 1443 H yang bisa Guru Penyemangat sajikan.

Semoga mampu menginspirasi diri, keluarga, dan semua dalam rangka berbenah menuju insan kamil.

Salam.

Lanjut Baca: Kumpulan Puisi Menyambut Tahun Baru Islam 1443 H yang Menyentuh Hati

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Sajak Awal Muharram, Tahun Baru Islam 1443 Hijriah adalah Momentum Peringatan"

  1. Siapa Pencipta puisi "awal Muharam yang terlihat murung"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Admin Gurupenyemangat.com sendiri, Gan. Ozy V. Alandika

      Hapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.