Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Fabel: Trenggiling dan Rusa Melawan Si Tukang Bully

Dongeng Trenggiling dan Rusa Melawan Si Tukang Bully

Oleh Devani Imario Putri

Fabel Trenggiling dan Rusa Melawan Si Tukang Bully
Fabel Trenggiling dan Rusa Melawan Si Tukang Bully. Dok. Canva/Gurupenyemangat.com

Sebuah kacang kenari dilempar dengan sengaja oleh tupai ke badan trenggiling hingga ia terkejut dan menggulung tubuhnya.

Ia ketakutan karena ada sesuatu yang mengenai tubuhnya. Tupai pun tertawa dan mengejek sikap trenggiling yang penakut.

“Ha.. ha... dasar penakut! padahal cuma sebiji kacang saja sudah sembunyi,” dua tupai lain kembali mengambil beberapa kacang kenari dan ingin mengulang perbuatan yang sama.

Trenggiling perlahan-lahan merenggangkan tubuhnya dan mengintip takut dibalik kulit keras bersisiknya.

“Kenapa kalian melakukan itu? Kumohon, jangan ganggu aku!” Trenggiling berucap lirih dan tubuhnya masih belum sempurna terbuka. Ia masih takut dan bersembunyi.

“Dasar penakut! Karena aku suka menganggu hewan lemah sepertimu! ini, rasakan lagi!”

Tupai kembali melempar biji kenari ke arah Trenggiling sambil tertawa jahat. Dua tupai lainnnya ikut memukul dan menendang badan Trenggiling yang berbentuk seperti bola dan mengejeknya.

“Berhenti! jangan ganggu aku!” Si Trenggiling hanya bisa diam dan terus menggulung tubuhnya rapat-rapat sambil menangis dengan menahan sakit.

Tupai dan temannya pun pergi setelah puas melempar semua kacang kenari hingga memukul dan menendang tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Setelah cukup lama, trenggiling masih tidak bergerak dan menangis karena takut bertemu tupai lagi.

Kemudian datanglah dua ekor rusa yang sedang mencari makan dedaunan. Mereka melihat Trenggiling ketakutan dan menghampirinya. 

“Trenggiling, ada apa? Kenapa kamu menangis dan ketakutan sekali. Ada yang bisa kami bantu?” Rusa bertanya karena khawatir dengan keadaan Trenggiling.

Alih-alih menjawab, Trenggiling malah diam saja. Ia tidak menjawab. Ia membuka seluruh tubuhnya kembali sambil mengusap-usap mukanya setelah menangis. Dua rusa itu kembali bertanya lagi.

“Trenggiling, kenapa? Coba ceritakan pada kami, apa masalahmu?” Rusa kembali mencoba memastikan tidak terjadi hal buruk kepada Trenggiling.

“A-a-aku... takut...tu-tu-“ Trenggiling tidak berani menyelesaikan perkataannya karena terlalu takut pada tupai kalau ia akan dirundung lebih jahat lagi oleh tupai dan teman-temanya ketika ia  memberitahu Rusa.

“Bicaralah yang jelas! Tidak perlu takut, kita akan coba cari jalan keluarnya bersama-sama,” Rusa terus mendukung Trenggiling agar berani bicara dan menyampaikan masalahnya.

“Para tupai terus mengangguku dengan melempariku kacang kenari sampai memukul dan menendangku.”

Trenggiling akhirnya berani bicara tentang masalahnya dan menunjukkan biji kenari yang berserakan di bawah.

“Astaga! Tupai-tupai ini memang harus diberi peringatan, aku akan memberitahu Raja Singa agar mereka dikurung dan tidak melakukan hal jahat itu lagi!” Ucap Rusa dengan tegas.

“Trenggiling, jika kamu mengalami kejadian seperti itu ketika kamu dilukai atau dipukul  harus berani bicara dan memberitahu semua yang terjadi, jangan takut bicara!”

“Jangan malah disimpan sendiri, ya! Carilah pertolongan dan kita akan bantu menghadapi bersama-sama.”

Dua Rusa itu langsung bergegas pergi untuk melapor ke Raja Singa. Setelah Trenggiling mengangguk-angguk dengan baik dan memahami nasehat dari Rusa untuk berani berbicara serta meminta tolong jika ia diganggu para tupai.

Keesokan harinya, Trenggiling sedang berjalan-jalan setelah selesai makan. Ia tiba-tiba mendengar suara para tupai datang dan mereka langsung menghadang.

“Halo, penakut! jumpa lagi, cepat, carikan kami makanan! Kalau kamu tidak mau, kami akan menghajarmu ramai-ramai!” Ancam tupai dengan tatapan tajam.

“Aku ti-tidak mau! Cari saja sendiri! Jika kalian berbuat baik, kita bisa saling bantu mencari makanan sama-sama” Trenggiling  menolak dan berusaha menghindar dari Tupai.

“Dasar penakut! tidak mau, ya! Tupai sontak menendang dan Trenggiling pun langsung cepat-cepat bergulung. Ia lalu berlari dengan menggelindingkan tubuhnya sambil berusaha meminta tolong.

Hingga Sang Raja hutan muncul bersama dua Rusa yang sigap menolong Trenggiling yang sejak kemarin mengawasi kelakuan nakal si Tupai. Para Tupai dan Trenggiling pun berhenti kejar-kejaran. 

Tupai akhirnya dibawa oleh Raja Singa si penguasa hutan akibat perbuatan buruk mereka dan mendapatkan hukuman.

Sementara Trenggiling sudah terlindungi berkat keberaniannya berbicara dan Rusa yang tanggap melaporkan perilaku buruk para tupai si tukang bully.

*

Lanjut Baca: Fabel Tentang Anak Gajah yang Belajar Mandiri

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Fabel: Trenggiling dan Rusa Melawan Si Tukang Bully"