Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Cerpen Tentang Merawat Hewan Peliharaan: Panda Si Kucing Pintar

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Bagaimana aktivitasmu dalam merawat hewan peliharaan seperti kucing kesayangan?

Agaknya sangat seru dan berkesan, ya kan. Bukan tanpa alasan. Perlu diketahui bersama bahwa hewan peliharaan seperti kucing merupakan sahabat sejati yang tidak akan pernah mengecewakan.

Kucing bisa mengingat dengan jelas mana tuannya, dan mana yang bukan tuannya. Bahkan walaupun pernah pergi dari rumah karena ikut kucing lain atau semisalnya, kucing bisa kembali ke rumah tuannya.

Tapi, bagaimana rasanya bila kucing kesayangan kita sakit? Sedih, ya. Biasanya kita bisa bermain dan bergembira bersama, tapi kalau si anabul sedang sakit, kita perlu merawatnya.

Berikut Gurupenyemangat.com sajikan contoh cerpen tentang merawat hewan peliharaan dengan judul "Panda Si Kucing Pintar".

Mari disimak ya:

Cerpen: Panda Si Kucing Pintar

Oleh Inong Islamiyati

Cerpen Tentang Merawat Hewan Peliharaan Panda Si Kucing Pintar
Cerpen Tentang Merawat Hewan Peliharaan: Panda Si Kucing Pintar. Gambar oleh Alexas_Fotos dari Pixabay

Aku punya seekor kucing yang sangat lucu sekali. Namanya Panda. Aku menamainya panda karena warna bulunya hitam dan putih.

Hidungnya juga berwarna hitam sehingga mirip sekali seperti panda yang bermain di hutan bambu.

Warna hitam dan putih pada kucingku berpola. Warna putih ada di sepanjang leher dan tubuh bagian bawahnya. Sementara kepala dan punggungnya berwarna hitam.

Bulunya juga lembut sekali karena kucingku memiliki sedikit keturunan kucing Persia. 

Aku masih ingat saat pertama kali panda datang kemari. Saat itu hari sudah sore. Aku baru saja pulang dari les matematika dan abangku membawa sebuah kantong plastik berwarna hitam yang agak bolong. 

Saat benda yang ada dalam kantong itu keluar aku terkejut. Keluar dari dalamnya seekor Kucing putih hitam yang kecil sekali.

“Bagus kan, Dinda? Ini kucing teman Abang. Dia sudah punya dua kucing dan Abang meminta satu kucing untuk kita pelihara,” ujar abangku sambil mengelus kucing itu

“Iya Bang, bagus banget.”

“Namanya Si Tam aja ya,” usul Abangku

“Jangan!” 

“Jadi apa?” tanya abangku

“Namanya Panda saja. Soalnya dia mirip seperti panda. Matanya juga cantik. Hidungnya pun hitam. Panda saja,” seruku sambil mengelus dagu kucing itu

Panda adalah kucing yang pintar. Dia selalu buang air di kotak pasir yang ada di belakang rumah. Dia juga sering sekali membangunkan aku ketika subuh.

Suaranya saat mengeong sanggatlah lucu sehingga kadang aku dan abangku jahil padanya. Kadang abangku sengaja menarik ekornya karena ketika marah ekspresi panda tambah lucu. 

Pernah suatu hari panda menghilang. Aku memanggil dan mencari dia di setiap sudut rumah namun tidak menemukannya.

Keesokan harinya aku mencarinya lagi di semua tempat bahkan di rumah-rumah tetangga namun tetap nihil.

“Apa Panda sudah mati, Bang?” tanyaku pada Abang yang sedang asyik memainkan ponselnya

“Mungkin saja,”

“Kok Abang cuek banget sih? Dinda sedih kalau panda mati. Ayo bantu cari lagi,” keluhku sambil menarik lengan Abang

“Dinda, kalau memang kucing itu masih ditakdirkan untuk kita pelihara, maka dia pasti akan kembali. Namun kalau tidak, kita harus ikhlas melepaskannya.”

Kata-kata Abang benar. Aku memang sayang sekali pada panda. Namun aku tidak boleh mengekang dia.

Kalau memang sudah saatnya panda pergi aku harus ikhlas. Kalau dia kembali lagi, maka aku akan lebih sayang lagi padanya.

Esok paginya saat aku hendak pergi ke sekolah, panda kembali. Sambil mengelus kakiku aku melihat dia dan langsung memeluknya. Sesaat, sebelum aku tersadar akan bau aneh di tubuh Panda.

Panda Si Kucing Pintar
Panda Si Kucing Pintar. Gambar oleh Darkmoon_Art dari Pixabay 

“Kamu kenapa bau kambing, Pan? Aduh bau.. bau... Pokoknya hari ini kamu harus mandi. Nanti pas aku pulang sekolah aku mandikan kamu ya panda.”

“Meong... Meong...” 

Suaranya lucu sekali. Membuat aku gemas. Sepertinya kemarin panda sibuk bermain di kandang kambing yang aku tak tahu ada di mana. Baunya masih jelas menempel padanya.

Aduh kucingku kamu kenapa main di mana saja. Aku khawatir sekali. Namun aku senang ternyata kamu masih hidup panda. Semoga kamu senang tinggal di rumahku.

Suatu malam, Panda juga pernah membuat kehebohan besar. Di tengah malam dia mengeong sangat kencang sampai membangunkan kami semua. Ketika kami melihatnya dia sedang menggigit kaki abangku.

Namun ketika lampu sudah menyala dia berhenti lalu mengeong lagi. Sepertinya dia menyangka ada pencuri yang masuk ke dalam rumah makanya dia mengeong sangat kencang.

“Aduh Panda pintar ya!” seruku

“Abang tadi terkejut kenapa dia mengeong dan menggigit kaki Abang. Ya ampun kamu kira aku pencuri ya panda? Pintarnya kamu,” seru abangku sambil mengelus kepalanya.

Tetapi meski kucingku pintar, terkadang dia bisa nakal juga. Salah satunya, dia pernah mencuri ikan goreng tetangga.

Boleh Baca: Cerita Fabel Kucing Ziggy dan Ziggo Gigit Jari

Aku beberapa kali harus minta maaf dan mengajari panda agar tidak mencuri. Aku selalu memberi makan panda tepat waktu agar dia tidak kelaparan.

Dia juga sering naik ke meja belajarku karena minta di elus. Setelah puas dielus dia akan tidur di mejaku lama sekali.

Tetapi meskipun begitu aku tetap sayang padanya. Karena dia adalah kucingku.

***

Lanjut Baca: Cerita Pendek Tentang Hewan Peliharaan Kucing di Rumahku

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Cerpen Tentang Merawat Hewan Peliharaan: Panda Si Kucing Pintar"