Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Follow Guru Penyemangat di Google News agar tidak ketinggalan tulisan terbaru tentang edukasi, materi belajar, dunia keislaman, soal ujian, motivasi, investasi emas, kesehatan dan fiksi. Klik di sini.
Gulir ke bawah untuk membaca artikel.

Cerpen Tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Singkat

Cerpen Tentang Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Singkat
Cerpen Tentang Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW Singkat. Illustrated by Freepik

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Bagaimana perasaanmu dalam menyambut momentum 27 Rajab 1443 Hijriah tahun 2022 ini?

Semoga tetap bersemangat dalam beribadah serta menguatkan iman dan takwa, ya.

Pada kesempatan ini Gurupenyemangat.com bakal menyajikan cerpen tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Cerpen Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW berikut berkisah tentang segenap hikmah yang bisa dipetik dari kacamata Sains dan iman.

Mari disimak ya:

Cerpen: Isra’ Mi’raj Bukan Kisah Bohong

Oleh Ozy. V. Alandika

“Alan, Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW itu kok kayaknya seperti peristiwa bohong, ya?”

“Bohong bagaimana, Dik. Di Al-Qur’an sudah tertuang secara terang lho. Noh, coba baca kalamullah QS Al-Isra’ ayat 1 atau QS An-Najm ayat 13-18.”

Penghujung bulan Rajab telah tiba, maka tibalah pula rasa penasaran yang berkerumun di pikiran Dika.

Bukan apa-apa. Sebagai seorang remaja dengan pengetahuan agama Islam yang pas-pasan, ia tak memiliki wawasan mendalam terkait dengan peristiwa Isra’ wal Mi’raj.

Belum lagi temannya ada beberapa dari kalangan non-Islam. Ia hanya bingung, semisal ditanya oleh mereka tentang bagaimana cara Rasulullah bisa melakukan perjalanan dari Mekkah ke Baitul Maqdis syahdan melewati 7 lapis langit dalam waktu satu malam.

Dalil memang sudah jelas, tapi kepalanya masih pusing dan bingung jika ditanya “Bagaimana mungkin!” atau diminta menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj dari kacamata Sains.

Makanya Dika terus bertanya kepada Alan. Setidaknya, Alan memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih tentang Islam. Soalnya ayahnya ustad, dan di rumahnya ada perpustakaan islami mini.

“Iya sih, Lan. Tapi, Nabi Muhammad SAW itu melaksanakan Isra’ Mi’raj pada tahun kesepuluh kenabian, kan?”

“Betul, Dik. Bisa kita hitung secara manual untuk mengetahui tahunnya.”

Dika pun menyajikan hitung-hitungan tahun peristiwa Isra’ Mi’raj yang terjadi pada 27 Rajab 621 Masehi.

Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi dan Rasul pada umur 40 tahun.

Karena beliau lahir pada 12 Rabiul Awwal alias 20 April tahun 571 Masehi, maka 571 ditambah 40 sama dengan 611 Masehi.

Jika dijumlahkan kembali dengan 10 tahun kenabian, maka sempurnalah hasilnya menjadi 621 M.

Sekarang adalah tahun 2022, maka bila dikurangi dengan 621 Masehi, maka hasilnya adalah 1.401. Berarti, peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi pada 1.401 tahun yang lalu.

“Alan, tapi aku masih bingung lho. Bagaimana bisa Rasul melakukan Isra’ dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa di Jerusalem dalam waktu satu malam, sedangkan jaraknya saja mencapai 1.239 KM, kan?”

“Iya, sih. Kamu benar, Alan. Di zaman Nabi, kendaraan tercepat hanyalah unta, dan jarak segitu bisa ditempuh dengan perjalanan selama 30-40 hari dengan menaiki unta. Tapi…”

“Tapi bagaimana, Dik? Nah, dari sana saja sudah terasa enggak real, kan?”

“Namanya juga peristiwa luar biasa, Lan. Menurutku tetap real kok. Coba kamu pikir, jarak 1.239 KM kalau kita tempuh dengan menaiki pesawat, berapa hari kita bisa sampai ke Baitul Maqdis?”

“Coba ya, Lan. Aku asumsikan kecepatan pesawat itu 500 KM/jam. Lha, kalau dihitung mah tidak sampai memakan waktu berhari-hari, Bro. Malah 2,5 saja kita sudah tiba di Palestina.”

“Nah, kan, Dik. Sampai di sini, peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi semakin nyata, kan? Coba saja kamu bayangkan kalau kita hidup di zaman Nabi dan melihat pesawat. Bagaimana kira-kira?”

Kening Dika yang tadinya mengerut, sekarang sudah mulai tampak mulus seperti sedia kala. Ia membayangkan bahwa bagaimana jika dirinya hidup di zaman Nabi dan melihat pesawat yang ada pada hari ini.

Jangankan hanya dirinya. Semua orang entah itu orang kafir maupun beriman di masa sekarang jika kembali ke zaman Nabi dan melihat pesawat, sudah pasti mereka langsung percaya bahwa pesawat itu seperti kendaraan langit.

Di dalam Al-Quran namanya Buraq, namun manifestasi paling di zaman sekarang mirip dengan pesawat. Soalnya Buraq itu sendiri berasal dari kata Barqun yang artinya kilat.

“Alan, jadi, secepat apakah kira-kira kendaraan langit yang namanya Buraq itu, ya?”

“Dika. Menurut beberapa literatur yang aku baca, ya, malaikat saja butuh waktu 1000 tahun untuk mencapai pusat dari galaksi bima. Itu dengan asumsi kecepatan malaikat ialah 50 x kecepatan cahaya. Sedangkan Buraq, mengantarkan Rasul ke Sidratul Muntaha melewati 7 lapis langit, kan?”

“Benar, Alan. Subhanallah. Satu detik cahaya saja nilainya sama dengan 300.000 KM, kan? Dari data Sains saja untuk keluar dari galaksi memerlukan waktu 30.000 tahun cahaya. Subhanallah. Alangkah canggihnya Buraq itu.”

“Begitulah, Dika. Itulah salah satu makna dari lafaz Subhanallah yang tercantum pada awal ayat 1 Surah Al-Isra. Maha suci Allah yang menggerakkan.”

Dika pun semakin takjub dengan kuasa Allah dan peristiwa Isra’ Mi’raj.

Sebagaimana penjelasan Alan, ia pun menyadari bahwa peristiwa luar biasa ini hanya bisa dipahami dengan iman. Karena sejatinya, ilmu manusia tidak akan mampu untuk menggapainya.

***

Boleh Baca: Cerpen Shalawat yang Tak Seramai Dulu

Nah, demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat mengenai cerpen tentang Isra’ Mi’raj yang singkat dan penuh dengan pelajaran.

Semoga bermanfaat ya.
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

1 komentar untuk "Cerpen Tentang Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Singkat"

  1. Hmmm .... Hanya Orang beriman yang mudah menerima kisah isra da mi'raj ya, ananda.

    BalasHapus

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)