Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Pertanyaan Tentang Thaharah (Bersuci) Beserta Jawabannya

Kumpulan Pertanyaan Tentang Thaharah (Bersuci) Beserta Jawabannya
Kumpulan Pertanyaan Tentang Thaharah (Bersuci) Beserta Jawabannya. Dok. Gurupenyemangat.com

Bismillah.

Hai Sobat Guru Penyemangat, mungkinkah kamu punya banyak pertanyaan tentang bab thaharah dan sedang mencari jawabannya untuk keperluan pembelajaran?

Jika iya, alhamdulillah, ya, karena Sobat Guru Penyemangat sudah sampai di blog ini.

Gurupenyemangat.com telah menyiapkan kumpulan pertanyaan seputar thaharah.

Kumpulan pertanyaan tentang thaharah alias bersuci berikut lengkap dengan jawaban, dalil, serta pengertian secara bahasa dan istilah.

Baiklah, mari disimak saja ya:

Pengertian Thaharah Menurut Bahasa dan Istilah

Pengertian Thaharah Menurut Bahasa dan Istilah
Pengertian Thaharah Menurut Bahasa dan Istilah. Dok. Gurupenyemangat.com

Dear Sobat Guru Penyemangat, kata thaharah berasal dari Bahasa Arab yang berarti bersih atau suci. Asal katanya ialah an-nadafatu.

Adapun pengertian thaharah menurut istilah yaitu membersihkan diri, pakaian, hingga tempat dari najis maupun hadas sehingga seseorang diperbolehkan melaksanakan ibadah.

Bersuci dari najis dilakukan ketika ada kotoran yang menempel di anggota tubuh, pakaian, hingga tempat ibadah.

Bersuci dari hadas kecil dilakukan dengan cara berwudhu. Sedangkan bersuci dari hadas besar dikerjakan dengan cara mandi wajib. Bila tidak ada air, maka kita diperbolehkan untuk tayamum.

Ya, dari sini Sobat bisa memahami bahwa hukum bersuci adalah wajib, karena menjadi syarat sahnya ibadah, terutama sholat.

Beberapa Dalil Tentang Thaharah

Beberapa Dalil Tentang Thaharah
Beberapa Dalil Tentang Thaharah. Dok. Gurupenyemangat.com

Dalil Al-Quran tentang thaharah utamanya ialah dalam Surah Al-Baqarah ayat 222. Di dalam ayat tersebut diterangkan bahwa Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.

Kata thaharah dalam ayat tersebut terkandung dalam lafaz “Mutatohhirin” yang artinya orang-orang yang membersihkan diri.

Berikut ayatnya:

… إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلۡمُتَطَهِّرِينَ  [البقرة:222]

Bacaan Latin: Innallaaha yuhibbut tawwabiina wa yuhibbul mutatohhiriin.

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. [Al Baqarah:222]

Untuk ketentuan berikutnya, Allah menerangkan perintah tentang thaharah secara lengkap dalam Al-Quran Surah Al-Maidah ayat 6.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ  [ المائدة:6]

Artinya:

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. [Al Ma"idah:6]

Untuk Bacaan Latin QS Al-Maidah Ayat 6 bisa disimak pada artikel: Bacaan Surat Al-Maidah Ayat 6 Latin dan Artinya, Lengkap dengan Asbabun Nuzul

Di sana diterangkan secara detail tentang cara bersuci yaitu dengan wudhu, tayamum, dan mandi wajib beserta rukun-rukun maupun penegasan thaharah sebagai syarat sahnya sholat.

Adapun untuk hadis yang menerangkan tentang perintah thaharah sejatinya ada sangat banyak dan juga detail. Namun di sini Guru Penyemangat akan menyajikan 1 contoh hadis shahih tentang wudhu sebagai syarat sahnya sholat.

لَا تُقْبَلُ صَلَاةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Artinya: Allah tidak menerima shalat seorang yang berhadas sampia ia berwudhu (HR Bukhari dan Muslim).

22 Pertanyaan Tentang Thaharah Beserta Jawabannya

Pertanyaan Tentang Thaharah Beserta Jawabannya
Pertanyaan Tentang Thaharah Beserta Jawabannya. Dok. Gurupenyemangat.com

1. Thaharah mengajarkan kepada kita agar selalu hidup?

Jawaban:

Hidup bersih.

2. Apa saja jenis-jenis thaharah?

Jawaban:

Thaharah secara umum terbagi menjadi dua yaitu thaharah maknawiyah dan thaharah hissiyah.

Thaharah maknawiyah berarti mensucikan/membersihkan diri dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan segala hal yang termasuk ke dalam kotoran batin.

Cara membersihkan penyakit hati alias kotoran batin ialah dengan melakukan taubat nasuha.

Adapun thaharah hissiyah artinya membersihkan bagian tubuh dari najis maupun hadas.

Najis terbagi menjadi tiga yaitu najis ringan (mukhafafah), najis sedang (mutawassita’), dan najis berat (mughaladzah).

Sedangkan hadas terbagi dua yaitu hadas kecil dan hadas besar.

3. Sebutkan tiga cara thaharah!

Jawaban:

Ada tiga cara dalam bersuci yaitu mandi wajib, wudhu dan tayamum. Mandi wajib adalah cara bersuci dari hadas besar, wudhu adalah cara bersuci dari hadas kecil, dan tayamum adalah bersuci menggunakan debu yang suci bila tidak ada air.

4. Apa fungsi dan manfaat bersuci atau thaharah?

Jawaban:

Ada banyak sekali fungsi dan manfaat bersuci atau thaharah dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  • Bersih dari najis dan hadas
  • Membiasakan diri hidup bersih
  • Sebagai syarat sahnya sholat
  • Memelihara kesehatan jasmani dan rohani
  • Menghindarkan diri dari penyakit
  • Dicintai Allah, karena Allah menyukai orang-orang yang senantiasa membersihkan diri.

5. Sebutkan hikmah thaharah!

Jawaban:

Ada banyak hikmah thaharah, di antaranya:

  • Menjunjung tinggi fitrah manusia, karena dalam agama Islam manusia memiliki kecenderungan untuk hidup bersih.
  • Menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Tidak hanya badan saja yang dibersihkan, namun dengan menjaga diri dari wudhu kita bisa menjauhkan diri dari penyakit rohani seperti marah dan emosi yang berlebihan.
  • Menjaga kemuliaan seorang muslim. Sejatinya manusia adalah makhluk mulia, terutama ketika mereka bisa memanfaatkan dengan baik akal, pikiran, dan nafsu yang telah Allah berikan.
  • Selalu menghadap Allah dalam keadaan yang baik.

6. Seperti apa pembagian air dalam thaharah?

Jawaban:

Ada 4 jenis air dalam thaharah, yaitu:

  • Air mutlak, yaitu air yang suci dan mensucikan sehingga bisa digunakan untuk bersuci. Contohnya seperti air laut, air sungai, air sumur, air hujan, air danau, air embun, hingga air dari sumber mata air.
  • Air musyammas, yaitu air yang mensucikan tapi makruh untuk thaharah. Contohnya seperti air panas, air yang berada pada wadah selain emas dan perak.
  • Air mustakmal, yaitu air sisa yang mengenai badan manusia sebagai bekas dari wudhu maupun mandi wajib. Air ini suci namun tidak mensucikan sehingga tidak bisa digunakan untuk thaharah. Contoh lain untuk air yang suci namun tidak mensucikan misalnya air kelapa, air teh, air susu, kopi, dan sebagainya.
  • Air mutanajis, yaitu air yang sudah bercampur dengan najis dengan takaran dua qullah atau lebih. Jumlah air dalam dua qullah yaitu sebanyak 216 liter. Bila air bercampur dengan najis dengan takaran kurang dari dua qullah, dua qullah, atau lebih dari dua qullah namun berubah warna, rasa, dan bau, maka air tersebut tidak bisa digunakan untuk bersuci.

7. Terangkan tata cara thaharah dari hadas!

Jawaban:

Cara thaharah dari hadas kecil ialah dengan berwudhu, atau tayamum bila tidak memperoleh air. Sedangkan cara thaharah dari hadas besar ialah dengan mandi wajib.

Boleh Baca: Download Slide PowerPoint Materi Thaharah, Najis dan Hadas

8. Terangkan tata cara thaharah dari najis!

Jawaban:

Membersihkan najis ringan bisa dilakukan dengan memercikkan air ke tempat/badan yang terkena kotoran.

Membersihkan najis sedang dilakukan dengan cara mencucinya dengan air hingga hilang bau maupun warna dari najis tersebut.

Membersihkan najis berat dilakukan dengan cara mencuci bagian yang terkena najis sebanyak 7 kali dan salah satu di antaranya menggunakan tanah yang suci.

9. Thaharah memiliki kedudukan penting dalam islam karena?

Jawaban:

Karena thaharah adalah syarat sahnya sholat. Tidak diterima sholat seorang muslim bila dia tidak bersuci.

10. Melakukan thaharah dengan benar berarti kita berusaha untuk?

Jawaban:

Melakukan thaharah dengan benar sesuai dengan syariat adalah wujud dari upaya kita untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

11. Bagaimana cara thaharah bagi orang sakit?

Jawaban:

Sebisa mungkin bersuci menggunakan air terlebih dahulu meskipun ia sakit. Namun jikalau mudharat/akibat menggunakan air dalam bersuci lebih berat akibatnya, maka diperbolehkan bertayamum.

12. Sebutkan macam-acam alat thaharah!

Jawaban:

Alat yang bisa digunakan untuk thaharah adalah air, debu, dan batu. Adapun untuk istinja’, bila tidak ada batu bisa menggunakan tisu, dengan syarat tisunya bersih dari najis.

13. Cara thaharah yang paling tepat untuk perempuan yang sudah berakhir bersih dari haid nya adalah dengan?

Jawaban:

Mandi wajib alias mandi junub, karena haid termasuk hadas besar.

14. Mencuci pakaian badan dan tempat shalat dari najis disebut thaharah?

Jawaban:

Thaharah hissiyah.

15. Apa persamaan dan perbedaan membersihkan dan bersuci?

Jawaban:

Persamaan membersihkan dan bersuci ialah sama-sama menghilangkan kotoran dari badan, maupun dari tempat dan lingkungan yang seharusnya bersih.

Sedangkan perbedaannya, makna bersuci lebih luas karena yang harus dibersikan saat bersuci ialah jasmani, rohani, hingga tempat ibadah.

16. Batu yang dipersyaratkan untuk bersuci adalah?

Jawaban:

Menyiapkan 3 buah batu, batu digunakan untuk membersihkan tempat keluarnya najis, najis tidak kering, najis tidak berpindah, tempat istinja tidak terkena benda lain, najis tidak terkena air, batu adalah batu yang suci.

17. Mengapa air mutanajis tidak dapat digunakan untuk bersuci?

Jawaban:

Karena air mutanajis sudah berubah zatnya, baunya, warnanya setelah bercampur najis.

18. Mengapa air kopi tidak dapat digunakan untuk bersuci?

Jawaban:

Air kopi termasuk air yang suci namun tidak bisa mensucikan karena sudah bercampur dengan kopi, gula, serta zat lainnya.

19. Mengapa kita harus bersuci setelah buang air kecil dan besar?

Jawaban:

Karena buang air kecil dan buang air besar termasuk hadas kecil. Hadas kecil harus dibersihkan dengan cara berwudhu. Bila tidak ada air, maka diperbolehkan bertayamum.

20. Bagaimana menentukan cara bersuci dari najis dan hadas?

Jawaban:

Bersuci dari najis dilakukan ketika ada kotoran yang datang dari luar tubuh kita. Sedangkan bersuci dari hadas dilakukan ketika ada kotoran atau segala sesuatu yang keluar dari tubuh kita.

21. Bagaimana cara menggunakan tisu untuk bersuci?

Jawaban:

Tisu harus bersih, tidak bercampur dengan najis, tidak mengandung coretan, dan bukan tisu bekas. Untuk beristinja’, gunakan tisu sebanyak minimal 3 kali hingga bersih dan tidak berbau.

22. Bersuci menggunakan air thahir muthahir disebut?

Jawaban:

Air thahir muthahir adalah air mutlak. Dengan demikian, bersuci dengan menggunakan air mutlak di sini bisa berarti bersuci dari najis maupun hadas.

***

Nah, demikianlah tadi sajian lengkap Guru Penyemangat tentang kumpulan pertanyaan dan jawaban seputar thaharah.

Semoga bermanfaat, ya.
Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Pertanyaan Tentang Thaharah (Bersuci) Beserta Jawabannya"

Promo Cashback & Voucher Shopee