Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Tentang Si Miskin yang Tak Mampu Menelan Makanan Syubhat

Cerpen Tentang Si Miskin yang Tak Mampu Menelan Makanan Syubhat
Cerpen Tentang Si Miskin yang Tak Mampu Menelan Makanan Syubhat. Gambar oleh Ashutosh Goyal dari Pixabay
“Faquluu mimma rozaqokumullah halalan toyyiban…”

Hai, Sobat Guru Penyemangat. Pernah dengar potongan ayat Quran di atas?

Iya, benar sekali. Ayat di atas menerangkan perintah Allah agar kita senantiasa memakan makanan yang halal lagi baik.

Maksudnya makanan baik yaitu makanan yang sehat, mengandung nutrisi, dan bergizi. Untuk mencarinya bagaimana? Kita tinggal menjemput makanan yang halal dan menjauhi dari yang haram.

Apakah cukup sampai di sana? Sejatinya belum. Karena ada pula makanan yang status hukumnya syubhat alias samarnya antara halal dan haram.

Contohnya? Misalnya ada daging sapi yang sempat tercampur dengan bangkai sapi dalam satu wadah.

Pada awalnya daging sapi adalah halal, namun karena telah bercampur dengan yang haram, maka kehalalan tadi menjadi keraguan alias syubhat.

Dari sana, bukankah makanan yang tadinya sehat menjadi bercampur dengan makanan tidak sehat, kan? Di sanalah kemudian penting bagi kita untuk meninggalkannya.

Pada tulisan kali ini Gurupenyemangat.com akan menyajikan seutas cerita pendek tentang pentingnya makanan sehat dan halal.

Cerpen berikut berkisah tentang si miskin yang memilih untuk enggan menelan makanan syubhat karena tidak terjamin halal dan sehatnya.

Baik. Mari disimak ya:

Cerpen: Tidak Mampu Menelan Makanan Syubhat

Oleh Fahmi Nurdian Syah

Seorang lelaki sedang berjalan pulang menuju ke rumah setelah seharian capek bekerja. Di tengah jalan Ia melihat seorang lelaki yang miskin sedang duduk dan tampak kelaparan. 

Kemudian lelaki itu mengajak seseorang tersebut ke rumahnya. Setelah sampai di rumah lelaki itu mempersilakan untuk duduk dan menunggu sebentar. 

"Dia merupakan seorang yang shaleh, apakah ada makanan untuk dihidangkan kepadanya?" tanya lelaki itu kepada istrinya.

"Iya, seseorang yang mengadakan jamuan makan memberikan makanan kepada kita," jawab istrinya. 

Makanan tersebut dihidangkan kepada seorang yang miskin tadi. Ia mengambil makanan lezat itu dan memasukkan ke dalam mulutnya, lalu ia berkata, "bolehkah aku minta air putih?"

Bergegaslah lelaki itu pergi untuk mengambil air, saat lelaki itu masuk ke dalam, orang miskin tadi berjingkat berjingkat dari tempat duduknya kemudian keluar dan memuntahkan makanan dari mulutnya tepat di depan pintu, lalu ia pergi meninggalkan rumah tersebut. 

Ketika lelaki itu kembali sembari membawa segelas air putih, orang miskin tadi telah menghilang dari tempat duduknya. Ia melihat ceceran makanan yang seperti dimuntahkan di dekat pintu.

Lelaki tersebut nampak kebingungan setelah mengetahui bahwa si miskin meninggalkan makanan padahal ia kelihatan sangat lapar, orang miskin tersebut juga pergi tanpa pamit. 

Setelah beberapa hari kemudian, lelaki itu bertemu kembali dengan si miskin. Seperti pertemuan sebelumnya, ia kelihatan sangat lapar.

Cerpen Tidak Mampu Menelan Makanan Syubhat
 Cerpen Tidak Mampu Menelan Makanan Syubhat. Gambar oleh Ich wünsche allen eine besinnliche Advents- und dari Pixabay

"Kenapa kau meninggalkan makananku dan pergi meninggalkan rumah tanpa pamit, sungguh peristiwa itu membuatku sedih." ucap lelaki itu.

"Supaya perasaan yang tidak enak dalam hatimu itu hilang akan aku ceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Sesungguhnya aku telah berjanji kepada Tuhanku, untuk tidak memakan makanan yang haram atau syubhat. Saat kamu menghidangkan makanan tersebut, perasaanku sangat senang. Namun aku tak mampu untuk menelannya walaupun sudah aku coba berkali-kali. Aku yakin ada yang syubhat dari makanan tersebut. Aku kemudian memuntahkan makanan itu dan pergi meninggalkan rumahmu," jelas seorang miskin itu. 

Boleh Baca: Cerpen Islami Pendek Ingin Dirindukan Penduduk Langit

Lelaki tersebut paham dan bisa memaklumi alasannya, kemudian ia mengajaknya untuk kembali pergi ke rumahnya. Sesampainya di rumah, ia berbicara kepada istrinya. 

"Masih ingatkan kamu? Dia itu tamu yang dulu memuntahkan hidangan kita lalu pergi dari rumah begitu saja."  ucap lelaki itu.

"Terus kenapa kamu ajak kemari lagi?" tanya istrinya.

Kemudian ia pun menceritakan  apa yang sebenarnya terjadi terhadap seseorang yang diajaknya ke rumah kepada istrinya. 

"Apakah ada makanan untuknya?" tanya sang suami. 

"Hari ini kita hanya ada roti kering yang sudah beberapa hari disimpan," jawab istrinya.

Kemudian laki-laki itu menyajikan roti kering tersebut dan segelas air putih. Orang miskin itu pun lalu memakan dengan lahap roti kering itu dengan senang hati.

Setelah selesai makan, kemudian tak lupa ia bersyukur kepada Allah SWT dan mengucapkan sebuah kalimat.

"Jamulah orang miskin dengan makanan seperti ini, karena sesugguhnya makanan ini halal." ucapnya.

Laki-laki pemilik rumah itu merespon dengan anggukkan kepalanya.

Setelah berkata seperti itu, kemudian orang miskin tersebut tak lupa mengucapkan terimakasih kepada laki-laki yang telah memberikannya jamuan. Dan tak lupa juga ia untuk mendoakan supaya dilancarkan dan dimudahkan dalam mencari rezeki.

Boleh Baca: Cerpen Hijrahku karena Allah

Tak lama kemudian, orang miskin tersebut pamit untuk pergi meninggalkan rumah tersebut. Bukan seperti sebelumnya, ia yang hanya pergi meninggalkan rumah begitu saja.

~  Selesai ~

***

Demikianlah sajian cerita pendek tentang si miskin yang teguh hatinya untuk menjemput rezeki halal.

Adapun secarik pesan moral dari cerita pendek di atas adalah meskipun orang tersebut miskin dan merasa kelaparan, namun tubuhnya tetap tidak mau untuk mengkonsumsi makanan yang dirasa syubhat apalagi yang haram.

Meski terlihat remeh dan tak dipedulikan di masyarakat, ternyata orang miskin tersebut memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

Semoga bisa menjadi sandaran teladan bagi kita, ya.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Cerpen Tentang Si Miskin yang Tak Mampu Menelan Makanan Syubhat"

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)