Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerpen Tentang Bullying Singkat Tentang Jangan Menilai Seseorang dari Fisiknya Saja

Hai, Sobat Guru Penyemangat, seberapa sering kamu menyaksikan aksi bullying alias perundungan di sekitarmu?

Agaknya beberapa kali pasti pernah, ya.

Terang saja, mata sebagai indera penglihatan itu begitu sensitif dan sering mengakibatkan seseorang memandang remeh, bahkan dari segi fisiknya saja.

Dari sanalah kemudian lahir yang namanya perundungan, dan sering kali teman-teman kita yang “kurang sempurna” dari segi fisik mendapatkan pengalaman bullying yang menyakitkan hati.

Padahal kita harus menggaungkan aksi stop bullying, kan? Tentu saja. Dan di sini Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan cerpen yang bertema perundungan.

Contoh cerpen tentang bullying berikut ditulis singkat dan penuh dengan pesan moral untuk tidak menilai orang dari fisiknya saja.

Baik, langsung disimak ya:

Cerpen Tentang Bullying: Si Gundul

Oleh: Fahmi Nurdian Syah

Cerpen Tentang Bullying yang Singkat Tentang Jangan Menilai Seseorang dari Fisiknya Saja
Cerpen Tentang Bullying Singkat Tentang Jangan Menilai Seseorang dari Fisiknya Saja. Dok. Gurupenyemangat.com

Di sebuah kampung yang dekat dengan pedalaman. Hiduplah sebuah keluarga yang tinggal di rumah sederhana. Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Rian. Ia bertubuh tinggi dan kurus, serta kepalanya yang tak terdapat sehelai rambut.

Jika terkena pancaran sinar matahari yang terik kepala anak laki-laki itu menjadi berkilau dan nampak lucu. Karena kepalanya yang tidak terdapat rambut, ia dipanggil si gundul. 

Si Gundul di kampung itu tidak memiliki seorang pun teman. Ia selalu dijauhi dan diejek oleh teman-temannya karena kepalanya yang botak. Hal ini menyebabkan diri pada si gundul menjadi rendah dan tersisih. 

Setiap hari sepulang sekolah, ia selalu berjalan melihat temannya yang tengah asik bermain bersama.

Ketika si gundul mendekati mereka dan ingin ikut bermain, Teman-temannya itu mengusir dia. 

Sampai pernah terjadi, karena keinginan hatinya yang kuat untuk ikut bermain, membuat temannya menjadi berperilaku kasar dan ia di dorong sampai jatuh.

Boleh Baca: Cerpen Tentang Kenakalan Remaja Singkat

Semenjak kejadian itu, di dalam benak si gundul tak pernah lagi ada keinginan untuk bermain bersama mereka.

Ia hanya menghabiskan waktunya berdiam diri di ruang tamu. Tetapi, jujur saja, aktivitas berdiam diri merupakan hal yang sangat membosankan. Dari sini lah si gundul mendapatkan ide.

Karena ia merasa bosan, si gundul berpikir untuk melakukan sesuatu hal untuk mengisi waktunya dan menghilangkan kejenuhan yang ia rasakan. Di samping rumah si gundul terdapat pohon bambu yang sudah tumbuh tinggi.

Si gundul merupakan anak yang punya kelebihan atau bisa dibilang bertalenta.

Dengan bantuan ibunya ia menebang pohon bambu yang besar itu. Kemudian dibelah dengan ukuran yang tak begitu kecil.

Setelah itu potongan-potongan bambu itu dibuatnya menjadi sebuah layangan yang cukup besar. Dan, layangan semacam itu tidak pernah ada sebelumnya di kampung.

Ilustrasi Anak Bermain Layangan
Ilustrasi Anak Bermain Layangan. Gambar oleh cocoparisienne dari Pixabay 

Pada suatu hari setelah pulang sekolah, si gundul pergi ke lahan kosong yang cukup luas. Ia mulai mengayunkan tangannya dan memainkan layangan yang dibuatnya sendiri. Sampai layangan tersebut telah terbang jauh tinggi mendekati angkasa.

Salah satu teman si gundul yang tengah asik bermain bersama dengan yang lainnya di tempat yang berbeda tak sengaja melihat layangan si gundul.

"Wuihhh, besar banget layangannya, punya siapa itu?" Tanya Adit salah satu teman si gundul yang pernah mengejeknya.

"Gak tau, gak pernah lihat sebelumnya," jawab salah satu di antara mereka.

Karena penasaran, mereka secara bersama-sama berjalan menuju sumber layang-layang itu diterbangkan. Dan hasilnya tak pernah disangka oleh mereka satu pun.

Netra mereka menangkap sosok laki-laki berkepala botak yang sedang memainkan layangan itu. Lelaki itulah yang selama ini mereka jauhi.

Boleh Baca: Cerpen Tentang Jangan Menilai Orang dari Masa Lalunya

Teman-teman si gundul tak habis pikir, mereka tetap mendekatinya dan bertanya dari mana ia mendapatkan layangan itu.

Si gundul yang masih memainkannya menjawab bahwa dia sendirilah yang membuatnya. Mereka tertawa seakan tak percaya bahwa si gundul lah yang membuat layangan itu.

Keesokan harinya, Ia pun membuktikannya dengan mengajak seluruh teman-temannya itu pergi ke rumahnya.

Setelah terbukti bahwa si gundul lah yang membuat layangan itu, mereka baru lah percaya. 

Saat itu juga mereka meminta maaf kepada si gundul karena selama ini telah menjauhinya dan gak pernah mau bermain bersamanya. Dengan murah hati si gundul memaafkan semua temannya.

Teman-temannya pun meminta si gundul untuk membuatkan layangan itu satu per satu, si gundul pun menyanggupinya dengan senang hati.

Mereka juga membantu si gundul dalam membuat layang-layang tersebut, sehingga yang dibuatnya itu pun cepat jadi.

Setelah semuanya memegang layangannya sendiri-sendiri, mereka bergegas pergi ke tempat yang sama ketika pertama kali si gundul memainkan layangan itu.

Kini mereka bermain bersama-sama dengan hati yang gembira tanpa ada perselisihan di antara mereka.

~ Selesai ~

Nah, demikianlah secarik cerpen tentang bullying singkat yang bisa Guru Penyemangat sajikan pada kesempatan kali ini.

Adapun pesan moral yang bisa kita petik yaitu; janganlah melihat seseorang hanya dari tampak fisiknya saja, tetapi lihatlah pula dari sisi kepribadiannya.

Meskipun Si Gundul mempunyai bentuk tubuh dan bentuk rupa yang tidak bagus. Tetapi kebesaran hatinyalah yang membuat semua hinaan itu tidak berarti baginya.

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Cerpen Tentang Bullying Singkat Tentang Jangan Menilai Seseorang dari Fisiknya Saja"

Promo Cashback & Voucher Shopee