Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kumpulan Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah, Sedih nan Menyentuh Hati

Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah, Sedih nan Menyentuh Hati
Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah, Sedih nan Menyentuh Hati. Dok. Gurupenyemangat.com

Rabiul Awal Telah Tiba!

Masya Allah wal Hamdulillah. Akhirnya kita kembali tiba di momen bersejarah penuh kisah, terutama perjalanan panjang Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah meluaskan agama Allah.

Dua belas Rabiul Awal beliau lahir, bahkan kelahirannya diiringi oleh berbagai peristiwa besar. 

Salah satu peristiwa yang tiada bisa kita lupa ialah hadirnya cahaya di istana-istana Syam. Siapa sangka bahwa cahaya itu adalah cikal bakal berjayanya Islam di negeri Syam.

Dulu, 12 Rabiul Awal kalender tahun 571 Masehi, Rasul hadir ke dunia. Sedangkan sekarang, kita sudah duduk di tahun 2021. Sungguh sangat jauh jaraknya. Yaitu 1.450 tahun.

Kita tidak pernah melihat wajah Nabi, tapi ketika mendengar shalawat, mendengar nama “Muhammad SAW” hati ini segera bergetar.

Karena beliau adalah Nabi yang rela menangguhkan mukjizatnya hanya untuk memberi pertolongan (syafaat) kepada umatnya di Padang Mahsyar di Hari Kiamat nanti.

Mari senantiasa kita gerakkan bibir dan mulut ini untuk selalu bershalawat kepada beliau.

Dan pada kesempatan kali ini, Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan puisi bertema Maulid Nabi.

Contoh puisi tentang Maulid Nabi Muhammad SAW ini menyajikan kisah perjalanan dan dakwah Rasul yang sedih dan menyentuh hati.

Silakan disimak saja ya:

Contoh Puisi Maulid Nabi yang Menyentuh Hati Singkat

Contoh Puisi Maulid Nabi yang Menyentuh Hati Singkat
Contoh Puisi Maulid Nabi yang Menyentuh Hati Singkat. Dok. Gurupenyemangat.com

Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW sungguh menyentuh hati karena menjadi kabar gembira bagi bumi beserta seluruh isinya.

Puisi 1: Rabiul Awal Telah Tiba

Rabiul awal telah tiba
Sejenak hatiku gemetar membaca kisah yang telah dijanjikan
Sungguh hari yang bahagia
Di mana orang-orang seakan mati rasa

Entah ingin menangis entah bahagia
Keduanya terbalut bersama shalawat atas Rasul-Nya

Rabiul awal telah tiba
Mengajak kita untuk mengingat kisah

Tentang pasukan Abrahah yang tumbang oleh burung dan ulat
Tentang riwayat akhir dari Persia; empat belas balkon istana Kisra sirna
Tentang padamnya api kaum Majusi
Juga tentang runtuhnya gereja Buhairah

Rabiul awal telah tiba
Kelahiran Muhammad bertabur cahaya
Menjadi pertanda bahwa Syam akan segera cerah
Menggantikan kejayaan Romawi pada zamannya

Rabiul awal telah tiba
Sudah sangat jauh dari 571 Masehi
Aku tidak pernah sekali pun melihat Nabi
Aku hanya tahu dari Sirah Nabawi
Juga firman Ilahi

Sungguh malu aku hari ini
Padahal Muhammad akan menolong di Hari Akhir Nanti
Sedangkan bibirku masih sedikit berucap shalawat
Duhai Nabiku; aku sungguh mencintaimu

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 2: Muhammad Nabiku

Ya Rasulullah
Tergerus hatiku saat mendengar lantunan shalawat atas namamu
Aku rindu sebagai umatmu
Muhammad Nabiku
Muhammad al-Mustofa
Muhammad akhirul anbiya
Muhammad penutupnya para Nabi

Dua belas rabiul awal adalah kisah yang dijanjikan
Kisah haru ketika purnama bersinar cerah
Mendinginkan hati menyejukkan jiwa
Mengabarkan kepada dunia
Bahwa sudah saatnya Islam menuju jaya

Muhammad Nabiku
Dengan sebaik-baiknya akhlak
Budi pekerti agung adalah suri tauladan
Menjadikan Al-Quran sebagai sebaik-baiknya pedoman

Muhammad Nabi dan Rasulku
Yang menangguhkan mukjizat demi menolong umatnya
Sungguh sempurna teladan dan sucinya hati
Dicintai umat, malaikat dan Ilahi

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW Sedih

Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW Sedih
Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW Sedih. Dok. Gurupenyemangat.com

Ketika kita membaca dan mendengar kisah serta perjalanan dakwah Nabi, terang ditemui fakta bahwa banyak peristiwa sedih dan duka yang mengiringi kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Walau begitu, beliau adalah Rasul terbaik yang mampu meninggikan sabar hingga akhirnya mendapat julukan Rasul Ulul Azmi.

Puisi 3: Tangisku di Bulan Rabiul Awal

Ya Nabi Salam Alaika
Aku menangis ketika membaca cerita
Engkau berdakwah di tengah siksa
Di saat kaum Quraisy menebar keji merajalela

Ya Nabiku Muhammad SAW
Demi langit, bumi dan segala isinya
Engkau benar-benar berbudi pekerti agung

Sabar dengan sebaik-baiknya sabar
Percaya dengan sebaik-baiknya dipercaya
Cinta dengan sebaik-baiknya mencinta
Peduli dengan sebaik-baiknya kepedulian

Ya Nabi Ya Rasulullah
Betapa tak sanggup aku mendengarmu dilempari batu
Padahal Engkau hanya berkisah tentang kebaikan
Mengajak mereka kaum Thaif dengan senyuman
Tersenyum rela dan penuh dengan kerendahan

Apalah daya ketika batu sudah digenggaman
Sandal Rasulku dipenuhi darah yang memerah
Mengalir hingga tumit-tumit kaki
Tanpa ada sedikit pun rasa benci

Ya Rasul Salam Alaika
Tangisku di bulan rabiul awal sungguh tidak ada artinya
Tapi Engkaulah teladan bagiku dan umat manusia
Aku akan terus bershalawat memuji dan mengagungkan namanya
Seraya berharap untuk bertemu dan bersama-sama di surga

Karya: Ozy V. Alandika

Puisi 4: Amul Huzni

Rabiul awal telah tiba
Tapi izinkan aku bercerita tentang Amul Huzni
Tahun di mana Rasulku bersedih hati
Segenap kisah duka bersimbah air mata

Amul Huzni dimulai sejak tahun kesepuluh kenabian
Tahun kesedihan; ketika Nabiku ditimpa kehilangan
Siti Khadijah berpamitan
Paman Abu Thalib pun berjumpa dengan akhir penantian

Sungguh kisah sedih di tahun kedukaan
Ketika kaum Quraisy menyuarakan pemboikotan
Memutuskan hubungan jual beli juga perkawinan
Bukti mereka kecewa atas gagalnya penyiksaan

Tapi tabuhan sekongkol hanyalah masalah waktu
Umat Nabiku jadi makin kokoh atas persaudaraan
Piagam boikot rapuh dimakan kutu
Sisa tulisan "Dengan nama-Mu Ya Allah" memaksa Abu Jahal menyerah atas keadaan

Sungguh Amul Huzni penuh kedukaan
Pada akhirnya yang berjaya adalah kesabaran
Juga pembuktian
Bahwa Rasulku adalah sebaik-baiknya teladan

Karya: Ozy V. Alandika

**

Hamdulillah! Demikianlah tadi beberapa contoh puisi bertema Maulid Nabi yang berkisah tentang segenap kisah duka dan kesedihan menyentuh hati yang pernah dialami Nabi.

Semoga bermanfaat dan mampu meningkatkan kecintaan kita terhadap Baginda Rasulullah.

O ya, masih 3 contoh puisi tentang Rasulullah dan Dua Belas Rabiul Awal yang bisa kalian baca. Silakan simak di:

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Kumpulan Puisi Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah, Sedih nan Menyentuh Hati"

--