Widget HTML #1

Pengalaman Saya Jual Pulsa via LinkAja, Gopay, dan Payfazz

Pengalaman Saya Jual Pulsa
Pengalaman Saya Jual Pulsa. Dok. Gurupenyemangat.com

Hidup di era digital seakan-akan memaksa kita untuk terus melakukan inovasi. Mulai dari bidang pendidikan, pekerjaan, hingga cara untuk membahagiakan diri.

Tidak terkecuali juga ihwal bisnis, di era serba online ini mulai muncul berbagai jenis bisnis digital dengan skema baru. Misalnya? Jualan pulsa.

Pulsa yang dulunya bisa kita beli melalui konter atau pun melalui agen pulsa via SMS, sekarang sudah berubah skemanya melalui aplikasi digital.

Ada berbagai aplikasi online yang merekrut siapa saja yang mau menjadi agen pulsa.

Jangankan aplikasi online, dengan memanfaatkan marketplace seperti Shopee, Bukalapak, Tokopedia, hingga Lazada pun kita bisa berjualan pulsa dari rumah.

Sekadar berbagi pengalaman, aku pula pernah menggeluti bisnis jual pulsa menggunakan aplikasi seperti LinkAja, Gojek, dan Payfazz.

Apakah peluang bisnis jualan pulsa online di era digital ini cukup menguntungkan? Bisa iya, bisa pula tidak.

Tapi selama aku jualan, alhamdulillah menguntungkan sih. Walaupun sebenarnya aku sendiri termasuk orang yang introvert dan mood-mood-an untuk promosi. Hehe

Simak saja cerita dan pengalaman Gurupenyemangat.com, ya:

Jualan Pulsa via LinkAja

Jualan Pulsa via LinkAja
Jualan Pulsa via LinkAja. Tangkapan Layar LinkAja dari Gurupenyemangat.com

Pengalaman perdanaku menekuni usaha jual pulsa ialah pada tahun 2019-2020 lalu. Bukan hanya berjualan pulsa, aku pula merangkap jualan kuota data alias kuota internet.

Sebenarnya tiada niat untuk memulai. Malahan aku dipaksa oleh keadaan di mana saat itu kami sedang melaksanakan kegiatan Pelatihan Dasar CPNS di LPMP Provinsi Bengkulu.

Saat itu kegiatan kami terfokus hanya di dalam ruangan dan lapangan serta baru bisa keluar lokasi saat malam hari telah tiba. Itu pun terbatas. Hanya beberapa jam saja.

Atas dasar itulah aku pun mencoba untuk memulai bisnis jualan pulsa. Karena selama ini aku membeli pulsa dan kuota melalui aplikasi LinkAja, ya sudah, aku teruskan saja untuk bisnis.

Hasilnya? Ternyata lumayan. Dalam satu hari kadang aku melakukan puluhan transaksi jualan pulsa.

Untuk melakukan top up saldo, biasanya aku memanfaatkan fitur BRIVA melalui Bank BRI. Sekali tranfer ke LinkAja kadang 100ribu, 150ribu, dan pernah pula sampai 250ribu.

Ya, sekali top up biasanya uang di rekeningku dipotong Rp2.500.

Meski begitu, jualan pulsa via LinkAja juga cukup menguntungkan. Misalnya pulsa harga 10rb yang bisa kita beli Rp10.500. Sedangkan tarif yang aku terapkan itu Rp12.000. Lumayan, kan?

Kalau ada 10 kali transaksi, maka keuntunganku mencapai Rp15.000.

Lebih daripada itu, saat kita membeli pulsa maupun data di LinkAja, beberapa kali kulihat ada potongan harga. Sontak saja aku senang. Tapi…ternyata Zonk! Hahaha

Potongan harga tersebut ternyata hanya berlaku untuk satu kali transaksi saja. Ya, ini sih hanya diri pribadi yang bisa menikmatinya. Hemm

Jualan Pulsa via Gojek

Jualan Pulsa via Gojek
Jualan Pulsa via Gojek. Tangkapan Layar Harga Pulsa Telkomsel di aplikasi Gojek. Dok. Gurupenyemangat.com

Semenjak menulis di Kompasiana.com, aku pun mulai kenal dengan aplikasi Gojek. Gara-gara aplikasi Gojek ini pulalah aku pun mulai berpindah lapak jual pulsa.

Meskipun di daerahku cuma ada Grab, tapi ternyata aku masih bisa verifikasi data via Gojek. Ya, karena tiap bulan aku mendapat K-Rewards ratusan ribu dari Kompasiana, maka aku tidak lagi repot-repot top up saldo.

Salah satu kelebihan lainnya dari aplikasi Gojek menurutku ialah; biaya admin untuk transfer bank-nya jauh lebih hemat.

Bila biasanya kita harus bayar biaya admin Rp6.500 untuk kirim uang ke bank lain, saat menggunakan Gopay biayanya hanya Rp1.500-2.500 saja. Ya, lumayan, kan.

Selain itu, harga pulsanya juga cukup bersaing dengan berbagai aplikasi digital layanan penyedia pulsa lainnya.

Hanya saja, salah satu kelemahan besar aplikasi Gojek menurutku ialah; nominal pulsa minimal yang tersedia mulai dari Rp10.000-15.000.

Terutama untuk pulsa minimal Telkomsel, yang tersedia malah Rp15.000. Padahal kita tahu bahwa masyarakat pedesaan kebanyakan menggunakan Telkomsel dan selama ini menurutku pulsa nominal Rp10.000 ialah yang paling laris.

Hemm. Mungkin ke depannya, aplikasi Gojek bisa menambah fitur jualan pulsa dengan nominal Rp5.000 kali ya.

Jualan Pulsa via Payfazz

Jualan Pulsa via Payfazz
Harga Pulsa Telkomsel di Aplikasi Payfazz. Tangkapan Layar oleh Gurupenyemangat.com

Selain daripada dua aplikasi di atas, aku pula punya pengalaman jualan pulsa menggunakan aplikasi Payfazz bahkan hingga hari ini.

Yupp. Sesekali aku mencoba membandingkan harga pulsa di berbagai plaftform digital, akhirnya kutemukanlah aplikasi bisnis pulsa online yang paling murah dan menguntungkan.

Itulah Payfazz. Contoh; pulsa nominal Rp15.000 untuk kartu Telkomsel biayanya hanya Rp14.925 saja. Cukup murah, kan?

Lebih daripada itu, di aplikasi Payfazz pulsanya tersedia dari nominal paling kecil yaitu Rp1.000 rupiah saja.

Walau begitu, untuk biaya top up-nya sedikit lebih mahal sih menurutku. Jikalau kita menggunakan fitur BRIVA, biaya adminnya Rp3.000 rupiah lho. Hahaha, lumayan kan?

Aku biasanya membeli kuota internet di Payfazz dalam setengah tahun terakhir. Begitu pula untuk membeli pulsa sebagai honor menulis di blog Gurupenyemangat.com.

Di Payfazz, asalkan dirimu sudah verifikasi data dan KTP, dirimu bisa jadi agen pulsa dan mendapatkan harga potongan agen. Jadi, kalau tidak ingin jualan, setidaknya kita bisa beli pulsa maupun kuota lebih murah. Hehehe

Cara Saya Menghitung Keuntungan Jual Pulsa

Cara Saya Menghitung Keuntungan Jual Pulsa
Cara Saya Menghitung Keuntungan Jual Pulsa. Dok. Gurupenyemangat.com

Bagaimana caraku menghitung keuntungan dari hasil jual pulsa? Selama ini masih manual, sih. Kiranya sebelas dua belaslah dengan cara menghitungnya para agen pulsa yang punya konter.

Aku hanya mencatat berapa nominal transaksi plus tanggalnya. Adapun nomor pelanggan tidak aku catat karena takut nanti aku malah mendapatkan nomor mantan. Eh

Dalam waktu sebulan, di sanalah kemudian aku kalkulasikan semua data untuk menghitung berapa keuntunganku.

Misalnya, dalam satu bulan ada pelanggan yang beli pulsa kartu Telkomsel yang nominal Rp10.000 sebanyak 100 kali transaksi. Keuntungan 1x transaksi ialah Rp1.500. Alhasil, keuntunganku adalah Rp150.000.

Nantinya kutambah lagi dengan hasil dari transaksi kartu Indosat XL, hingga 3 dengan cara yang sama.

Dapat berapa banyak? Tidak begitu banyak, sih, tapi lumayan. Pokoknya lebih dari setengah juta. Hehehe.

Sebenarnya keuntungan tersebut bisa saja bertambah andai aku serius dan rajin promosi. Tapi, ya, aku belum bisa menyeriusi bisnis jual pulsa karena terganjal oleh rutinitas dan pekerjaan.

Cara Bisnis Jual Pulsa yang Menguntungkan

Cara Bisnis Jual Pulsa yang Menguntungkan
Cara Bisnis Jual Pulsa yang Menguntungkan. Dok. Gurupenyemangat.com

Pengalamanku, berbisnis jualan pulsa akan menguntungkan bila kita fokus, hemat, teliti, dan mau memisahkan mana uang pribadi dan mana uang modal maupun keuntungan jual pulsa.

Mengapa fokus adalah poin utama? Karena bila kita tidak fokus berarti sama saja diri ini tidak serius berbisnis pulsa.

Kemudian, usahakanlah untuk hemat dan teliti dalam melakukan transaksi. Gunakan rencana yang matang dan catatlah setiap transaksi baik dari pengeluaran dan pemasukan.

Misalnya; dalam satu bulan kamu ada berapa kali top up, berapa kali transaksi, dan berapa besar pengeluaran tak terduga.

Hal tersebut sangat penting karena bakal kita jadikan sebagai acuan perhitungan modal dan keuntungan.

Syahdan, hal yang juga tak kalah penting dalam berbisnis pulsa ialah memisahkan uang pribadi, modal, dan keuntungan bisnis.

Jangan sekali-kali uangnya tercampur, karena jika sudah tercampur maka “habis hidup loe!” Hahaha. O ya, selain itu kita juga harus terbiasa hidup sederhana, sih. Biar dapat untung, kan.

Terakhir dan menurutku yang paling penting agar bisnis pulsamu menguntungkan adalah; jangan biarkan orang berutang!

Yup. Jangan terlalu mudah memberikan orang uang pulsa karena tidak semua manusia di dunia ini mampu mengemban sifat amanah untuk membayar utang.

Pengalamanku, beberapa kali meminjamkan uang kepada teman, beberapa kali pula teman-teman tersebut menghilang dan jadi musuh. Ya, seakan-akan sekarang aku yang berutang, kan?

Ada pula pengalaman temanku yang jualan pulsa sebagai agen MKIOS. Dia memberi utang kepada salah satu pelanggannya dengan nominal pulsa 25K.

Sedihnya, hingga berbulan-bulan ditagih ternyata si pelanggan kura-kura dalam perahu dan tidak peduli dengan utangnya. Pada akhirnya, temanku yang rugi, kan?

Hemm.

***

Nah, demikianlah tadi ulasan lengkap tentang pengalamanku jualan pulsa dan paket data menggunakan berbagai aplikasi digital mulai dari LinkAja, Gojek, hingga Payfazz.

Menurutku masing-masing aplikasi penyedia pulsa online memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu, cukup pilih aplikasi pulsa yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisimu.

Selamat berjualan!

Salam.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Guru Profesional, Guru Penggerak, Blogger, Public Speaker, Motivator & Juragan Emas.

1 komentar untuk "Pengalaman Saya Jual Pulsa via LinkAja, Gopay, dan Payfazz"

Comment Author Avatar
Di aplikasi payfazz setiap transaksi ada poin tidak untuk dikumpulkan dan ditukar hadiah atau saldo?

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip tulisan di blog Guru Penyemangat tidak lebih dari 30% dari keseluruhan isi (1) artikel dengan syarat menyertakan sumber. Mari bersama-sama kita belajar menghargai karya orang lain :-)