Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Khutbah Jumat dan Khutbah Hari Raya Beserta Contohnya

Perbedaan Khutbah Jumat dan Khutbah Hari Raya Beserta Contohnya
Perbedaan Khutbah Jumat dan Khutbah Hari Raya Beserta Contohnya. Dok. Keposyariah.com

Biarpun sama-sama pidato tentang agama, antara Khutbah Jumat dan Khutbah Hari Raya keduanya merupakan aktivitas yang berbeda.

Sekilas, khutbah hari raya pelaksanaannya sama dengan Khutbah Jumat. Tapi, dari segi hukum, rukun, dan sunnah Khutbah keduanya cukup berbeda.

Perbedaan Khutbah Jumat dan Khutbah Hari Raya

Sebagaimana yang diketahui, Khutbah Jumat itu hukumnya wajib karena merupakan bagian dari pelaksanaan Sholat Zhuhur. Tapi, kewajiban itu berlaku untuk laki-laki muslim.

Untuk syarat, rukun, sunnah dan adab Khutbah Jumat silakan cermati di sini: Khutbah Jumat: Hukum, Syarat, Rukun, Sunnah, Adab Beserta Contohnya

Dalam hari raya, baik itu hari raya Idulfitri maupun Iduladha tentu menggunakan khutbah setelah pelaksanaan kedua sholat tersebut. Khutbah hari raya berbeda dengan khutbah Jumat. Perbedaannya yaitu:

Dua khutbah hari raya dimulai dengan membaca takbir.

Pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali berturut-turut. Sedangkan pada khutbah kedua 7 kali berturut-turut. Setelah itu baru dilanjutkan dengan membaca hamdalah dan seterusnya.

Isi khutbah Idulfitri hendaklah mengenai hikmah puasa, zakat fitrah, dan anjuran untuk bersedekah guna menyantuni fakir miskin.

Karena momentumnya umat muslim baru saja selesai melaksanakan ibadah wajib puasa Ramadan, maka sebaiknya Khutbah Idulfitri temanya disesuaikan juga dengan momentum tersebut.

Manfaat yang bakal terasa tiada lain adalah agar muslim laki-laki maupun muslim perempuan tetap terjaga semangat beribadahnya serta mampu meraih Hari Kemenangan yang hakiki.

c. Isi khutbah Iduladha hendaklah mengenai perintah ibadah haji dan berkurban serta hikmah-hikmahnya. 

Berbeda dengan Khutbah Idulfitri, Khutbah Iduladha sebaiknya berisikan perintah berhaji dan berkurban.

Soalnya, Iduladha yang jatuh pada bulan Dzulhijjah bertepatan dengan prosesi ibadah haji sekaligus ibadah kurban.

Berbeda dengan Khutbah Jumat, Mendengarkan Khutbah Hari Raya Tidak Wajib

Mengenai hukum mendengarkan khutbah pada hari raya itu tidak wajib, didasarkan pada hadis dari Abdullah bin Saib, ia berkata:

Aku menghadiri shalat Id bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika selesai shalat, beliau bersabda : "Sesungguhnya kami akan berkhutbah, barangsiapa yang ingin tetap duduk untuk mendengarkan maka duduklah dan siapa yang hendak pergi maka pergilah”. (HR Abu Daud No 1155, Ibnu Majah 1290, dan yang lainnya).

Berkaca dari hadis di atas, maka mendengarkan khutbah hari raya bukanlah suatu kewajiban yang jika kita tinggalkan akan mendapat dosa.

Namun, sebagai mukmin yang beriman, ada baiknya bila kita mendengarkan khutbah sejenak untuk menambah keimanan dan wawasan keilmuan tentang agama, khususnya dalam meng-aplikasikannya di dalam masyarakat.

Selain dari penjelasan di atas, pelaksanaan khutbah hari raya sama dengan khutbah Jumat, yaitu ada hamdalah, hingga doa untuk kaum muslimin dan muslimat.

Contoh Khutbah Hari Raya

Berikut Gurupenyemangat.com sajikan contoh Khutbah Hari Raya:

MENJAGA KESUCIAN IDULFITRI DAN MELESTARIKAN NILAI-NILAI RAMADHAN DENGAN MENINGKATKAN IBADAH KEPADA ALLAH

Contoh takbir khutbah hari raya:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الله ُأَكْبَرُ (9x)

الله ُأَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً.

Contoh bacaan hamdalah pada khutbah hari raya:

الحَمْدُللهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلىَ الَّذِى جَعَلَ مُحَمَّدً اِمَامًا لَّنَا وَلِسَائِرِ البَشَر. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَبْعُوْثُ لِلنَّاسِ لِيَنْفِذَهُمْ مِنْ كَيْدِ الشَّيْطَانِ وَيُنَجِّيهِمْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَة

أَمَّا بَعْدُ: أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى القُرْآنِ الكَرِيْم أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ الله الرَّحْمنِ الرَّحِيْم: {يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ}


الله ُاَكْبَرُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ


Isi khutbah:

Ma’asiral muslimin Rahimakumullah

Puji Syukur kita ucapkan kepada Allah SWT, karena pada hari yang mulia ini, kita masih diberikan nikmat kesehatan, kesempatan dan keimanan oleh Allah sehingga kita dapat berkumpul di Masjid Al-Ikhlas yang sejuk ini.

Nikmat yang besar dan banyak yang kita rasakan ini merupakan bukti bahwa Allah tiada pernah melupakan kita sebagai makhluk ciptaanNya.

Udara yang kita hirup, darah yang mengalir di dalam tubuh kita, bahkan kantung yang selalu berdenyut yang kita sendiri tak bisa menghitung berapa banyak jumlah denyut jantung tersebut, semuanya itu tidak luput dari perhatian dan kasih sayang Allah SWT.  

Sedangkan tugas kita sebagai makhluk-Nya ialah dengan tidak lupa mengucapkan rasa syukur dan berubudiyah kepada Allah sebagai tanda bahwa kita adalah makhluk yang lemah dan sangat menyadari betapa butuhnya kita akan perhatian dan kasih sayang Allah. 

Shalawat berbingkaikan Salam tidak bosan-bosannya kita bermohon kepada Allah agar disampaikan kepada Junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan Sahabat-sahabat beliau.

Karena berkat perjuangan yang gigih dan penuh sabar yang telah beliau lakukan, telah berhasil membawa umat manusia dari zaman Jahiliyah kepada zaman yang ber ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan sekarang ini.

الله ُاَكْبَرُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْد

Ma’asiral muslimin Rahimakumullah

Hari ini kalimat takbir dari mulut umat Islam bergema di mana-mana. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur yang bercampur gembira, lantaran mereka telah ber-idulfitri (kembali kepada kesucian (fitrah).

Ramadhan adalah bulan perjuangan untuk senantiasa sabar, dan pahala untuk sabar adalah surga. 

Ramadhan adalah bulan untuk memberikan pertolongan dan bulan ketika Allah menambah rezeki bagi mereka yang beriman.

Siapa saja yang memberikan makanan kepada orang yang berbuka, maka dosa-dosanya akan diampuni dan dia mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun”.

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Bagaimana dengan kami yang tidak memiliki makanan untuk diberikan kepada orang yang berpuasa?” Rasulullah bersabda: “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberikan sebutir kurma, seteguk air atau sedikit susu di bulan yang awalnya penuh rahmat, pertengahannya penuh keampunan, dan akhirnya terbebas dari api neraka. Siapa saja yang meringankan beban seorang hamba, niscaya Allah akan mengampuni dosanya dan menjauhkannya dari api neraka."

Dan di bulan Ramadhan ini kita semua ummat muslim baik laki-laki dan perempuan diwajibkan membayar zakat fitrah untuk membersihkan harta kita, karena di dalam harta kita ada hak orang lain yang berhak menerimanya, sebagaimana hadist Rasulullah :

عن جابر رضي الله عنه قال: قال رسول الله (ص) : " صوم شهر رمضان معلق بين السمأ والارض ولا يرفع الا بزكاة الفطر

Artinya: Daripada Jabir r.a. katanya , Rasulullah s.a.w. bersabda : " puasa Ramadan tergantung antara langit dan bumi , ia tidak diangkat kecuali setelah mengeluarkan zakat fitrah "

Dalam QS At-Taubah ayat 103 telah dijelaskan tentang orang-orang yang berhak menerima zakat:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658] dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.

الله ُاَكْبَرُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Ma’asiral muslimin Rahimakumullah

Dengan kita memaafkan kesalahan-kesalahan saudara-saudara kita semoga Allah mengampunkan dosa kita semua sehingga terwujud cita-cita kita yaitu supaya menjadi orang yang bertaqwa dan kita bersih dari dosa seperti bayi yang baru dilahirkan.

Maka darinya, mari kita selalu berdoa kepada Allah Supaya keimanan kita diperkuat Allah SWT tidak goyang sedikitpun sampai akhir hayat kita, dimudahkan Allah rezeki kepada kita dan juga dicurahkan Allah Ilmu yang bermanfaat kepada kita yang sedang menuntut Ilmu.

Aamiin..Aamiin Ya Robbal Alamin.    

Contoh bacaan penutup khutbah pertama:

باَرَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ وَنَفَعَنِيْ وَاِياَّكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّككْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Contoh bacaan takbir khutbah kedua:

اللهُ أَكْبَرُ (7x)  لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ. الحَمْدُللهِ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَه وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَحَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَه. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنبِيَّ بَعْدَه. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَمَّا بَعْدُ فَيَا عِباَدَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِي يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْم وَعَلىَ آلِ اِبْرَاهِيْم وَباَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا باَرَكْتَ عَلىَ اِبْرَاهِيْم فِى اْلعاَلَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد.

Contoh bacaan doa untuk akum muslimin dan muslimat:

اللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَ وَارْحَمْهُمْ كَمَارَبَّوْنَا صِغَارًا وَلِجَمِيْعِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات وَاْلمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِناَتِ اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْواَتِ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  

اَللّهُمَّ آرِناَ الْحَقَّ حَقاًّ وَارْزُقْناَ اتِّباَعَهُ وَآرِناَ اْلباَطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْناَ اجْتِناَبَهُ.

اللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْنَا اَبْوَابَ الخَيْرِ وَاَبْوَابَ البَرَاكَةِ وَاَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَاَبْوَابَ السَّلاَمَةِ وَاَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَاَبْوَابَ الجَنَّةِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لمَ ْتَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ. رَبَّناَ آتِناَ فِىالدُّنْياَ حَسَنَةِ وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةِ وَقِناَ عَذاَبَ الناَّر. وَصَلَّى اللهُ عَلىَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ. 

***
Demikianlah sajian Guru Penyemangat tentang perbedaan Khutbah Jumat dan Khutbah Hari Raya beserta contohnya.

Semoga bermanfaat.

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Khutbah Jumat dan Khutbah Hari Raya Beserta Contohnya"

Promo Cashback & Voucher Shopee