Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Benarkah Pacaran dan Cinta Jarak Jauh Tidak Ada Manfaatnya?

Apakah dirimu pernah mengalami cinta jarak jauh?

Maksudku, kamu berhubungan dengan kekasih dengan jarak yang tidak dekat. Apakah pernah?

Bila pernah, mungkin dirimu perlu tahu bahwa ada yang penting dan yang tidak penting dijalankan dalam Long Distance Relationship.

Sebelum kita membahas mengenai cinta jarak jauh, saya ingin mengajak kita semua berlogika terlebih dahulu.

Andai dirimu masih duduk di bangku sekolah, sedang asik-asiknya bermain bersama teman-teman, syahdan ada hasrat untuk memiliki pacar.

Biasanya anak remaja sedang bernafsu untuk pacaran. Betul?

Pacaran dan Cinta Jarak Jauh Ada Manfaatnya?
Pacaran dan Cinta Jarak Jauh Ada Manfaatnya? Gambar oleh Manish Dhawan dari Pixabay 

Dirimu mungkin lebih paham mengenai dunia pacaran, asik-asikkan berdua bersama sang pacar sambil nonton film di bioskop. Atau sekarang? Nonton TikTok.

Dirimu paham bahwa pacaran adalah untuk hiburannya anak remaja.

Pertanyaannya, bila pacar tempatnya sangat jauh, misal Curup-Jakarta, yang membuatmu hanya bisa bertemu satu tahun sekali, bisakah asik-asikan dengan sang pacar?

Bila memang tidak bisa dan membuatmu  dan sang pacar makan hati karena jauhnya jarak, masih pentingkah menjalin hubungan LDR?

Paling-paling juga selingkuh! Eh.

Pacaran itu rasanya hanya untuk hiburan bagi anak remaja. Bila memang tidak untuk hiburan, buat apa? Buat nikah?

Hayo, mau milih mana? Mau menikah atau mau hiburan? Pastilah mereka yang masih anak baru gede memilih untuk hiburan.

Bila memang untuk hiburan, untuk apa menjalin cinta jarak jauh? Enaknya apa?

Walau saya mengatakan tentang pacaran bukan berarti saya sedang kampanye pacaran untuk anak remaja, ya?

Ini hanya untuk mengurangi jumlah peminat pada hubungan cinta jarak jauh di kalangan remaja.

Mungkin masih ada sebagian remaja yang melakukan hubungan jarak jauh. Pas ketemuan, malah mau “diapa-apain” :-) Mengerti kan maksudnya?

Ini terjadi ketika menjadin kedekatan via Facebook, lalu terjadi hubungan pacar. Tentu akan terjadi hubungan cinta jarak jauh bila memang pacar berasal dari daerah yang jauh.

Hubungan hanya lewat Facebook dan HP. Ketemuan hanya satu tahun sekali. Karena ketemuan hanya satu tahun sekali maka sekali ketemu langsung berbuat yang tidak tanggung-tanggung. Hemm.

Coba pikirkan matang-matang, pentingkah cinta jarak jauh?

Tidak penting untuk remaja. Di samping tidak baik untuk kesehatan mental karena berhubungan dengan orang yang jauh, tidak jarang juga sering konflik.

Tentu saja, untuk apa? Kapan mereka bakal memikirkan pernikahan?

Tetapi bila memang cinta jarak jauh untuk orang yang serius menjalin pernikahan, maka ini bisa dikatakan standar saja atau penting.

Artinya, bila menjalin hubungan cinta jarak jauh namun untuk kepentingan pernikahan maka sejauh apapun jarak berhubungan maka tetap saja bermakna untuk mempersiapkan pernikahan.

Karena inti yang ditekankan dari hubungannya adalah untuk membangun sebuah keluarga dengan pernikahan. Dan memang harus menikah bila ingin menjalin sebuah keluarga.


Bahkan bila sudah ada janji menjalin hubungan cinta sebagai rencana melaksanakan pernikahan, maka jarang berkomunikasi sekalipun tidak masalah.

Misal, kedua calon sama-sama memiliki kesibukan yang hanya bisa berhubungan satu minggu sekali via HP.

Ketemuan pun hanya satu tahun sekali. Itu pun tidak lama. Asal sama-sama memegang janji untuk menuju pernikahan.

Sekarang ini zaman semakin canggih tanpa batas negara dalam komunikasi. Jauh menjadi dekat karena teknologi informasi.

Namun, bila teknologi dimanfaatkan untuk menjalin hubungan cinta jarak jauh, perlu diperhatikan tentang manfaat cinta jarak jauh untuk seseorang.

Bila memang masih seumuran remaja yang hanya main-main saja dalam pacaran, maka manfaat pacaran jarak jauh tidak ada artinya walau menggunakan teknologi. 

Sebagai penutup, sejatinya tidak ada manfaat yang didapat dari pacaran kecuali pemuas nafsu.

Bukannya selamat, mereka yang memulai untuk pacaran malah menabung dosa, bahkan dosa jariyah yang juga mengalir ke orang tua keduanya.

Memang terlihat asyik, namanya juga nafsu. Maka dari itulah, hasrat untuk berpacaran itu harus dikelola dengan bijaksana.

Ada tiga cara ampuh untuk mencegah para remaja agar tidak berpacaran.

Pertama, yaitu dengan berpuasa. Benar. Puasa Sunnah akan mencegah seseorang dari nafsu yang tidak terkontrol. Selain itu, berpahala, bukan?

Kedua, sibuklah dengan hobi dan renjanamu. Ini penting, bahwa orang yang memilih pacaran biasanya sedang tidak ada kerjaan, atau malah sekadar menghabiskan uang orang tua. Hemm.

Ketiga, menikah. Yup! Ini pilihan yang jitu nan terbaik. Untuk apa lama-lama menjaga jodoh yang suatu saat bisa diambil orang. Hahaha.

Daripada pacaran, mendingan langsung taaruf, kan? Nah.

Salam.

Baca juga: Pernikahan, Cara Paling Santun dalam Memenjarakan Kebebasan

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Benarkah Pacaran dan Cinta Jarak Jauh Tidak Ada Manfaatnya?"

Promo Cashback & Voucher Shopee