Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Cerita dan Karangan Tentang Covid-19 Bahasa Indonesia Singkat Beserta Cara Menulisnya

Cerita dan Karangan Tentang Covid-19 Bahasa Indonesia
Cerita dan Karangan Tentang Covid-19 Bahasa Indonesia. Gambar oleh Marc Thele dari Pixabay

Covid-19? Hemm. Agaknya kita cukup sedih dengan situasi dan kondisi hari ini, ya. Setahun lebih waktu berlalu, virus corona masih saja menjadi hantu yang membatasi gerak-gerik kita.

Semua aspek dalam kehidupan ini pun terganggu mulai dari kegiatan belajar, wisata, ekonomi, hingga ibadah.

Karena situasinya sedang pandemi, alhasil banyak kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan secara normal.

Bahkan, di banyak daerah di Indonesia kebijakan PPKM pun telah ditetapkan.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ini tidak lagi berkisah tentang Darurat dan Mikro melainkan sudah dikategorikan dengan berbagai level.

Dan kali ini, Gurupenyemangat.com bakal menghadirkan cerita singkat tentang Covid-19 dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Tujuannya tidak lain ialah untuk menjadi pembelajaran bagi kita semua, serta mengajak siapa pun yang membaca untuk waspada dan lebih peduli dengan kesehatan diri maupun keluarga.

Cerita sekaligus karangan tentang Covid-19 ini juga dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar di rumah. Mari disimak saja contohnya, ya:

Cerita dan Karangan Tentang Covid-19 Bahasa Indonesia Singkat

Contoh Cerita Tentang Covid-19 Bahasa Indonesia
Contoh Cerita Tentang Covid-19 Bahasa Indonesia. Gambar oleh Alexandra_Koch dari Pixabay
Contoh 1:

Berkenalan Lebih Dekat dengan Covid-19 dan Gejalanya

Apa itu Covid-19?

Barangkali akhir-akhir ini ada banyak orang di Indonesia yang mulai kaget karena sempat menemukan tulisan coronavirus di buku pelajaran siswa SMP.

Maka darinya, kita perlu mengenal lebih dekat tentang apa itu Covid-19?

Nah, Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus jenis baru yang disebut Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2).

Virus ini pertama kali ditemukan di Wuhan yang beriringan dengan laporan kasus virus pheumonia tepatnya pada tanggal 31 Desember 2019.

Sedangkan di Indonesia, Covid-19 pertama kali dikonfirmasi oleh Presiden Jokowi pada tanggal 02 Maret 2020. Karena sekarang akhir Juli, maka kehadiran virus ini sudah 1,5 tahun di Bumi Pertiwi.

Per tanggal 28 Juli 2021, tercatat sudah ada 3.287.727 kasus positif Covid-19 di Indonesia yang sudah terkonfirmasi.

Jika kita bandingkan dengan jumlah penduduk di Indonesia per tahun 2019, maka persentase masyarakat yang terkena Covid-19 adalah 3,287 juta dibagi 260,7 juta atau sebesar 0,012%.

Masih bersandar pada data coronavirus dengan tanggal yang sama, sudah ada sebanyak 2.640.676 pasien yang sembuh, dan 88.659 yang meninggal.

Kita sama-sama berharap agar pasien Covid-19 yang positif makin banyak yang sembuh dan kurva kasus pandemi di Nusantara segera melandai.

Maka dari itu, hal lain yang perlu kita pelajari selain dengan menjaga kesehatan ialah dengan mengetahui gejala Covid-19 yang terjadi pada seseorang.

Diungkap oleh WHO, gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering.

Sedangkan gejala pengiringnya yaitu seseorang pasien akan kehilangan rasa atau bau, hidung tersumbat, konjungtivitis (juga dikenal sebagai mata merah), sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, berbagai jenis ruam kulit, mual atau muntah, diare, hingga menggigil atau pusing.

Untuk gejala Covid-19 yang sudah parah, maka pasien akan mengalami kondisi sesak napas, kehilangan selera makan, kebingungan, nyeri atau tekanan terus-menerus di dada, hingga suhu tubuh tinggi (di atas 38 °C).

Ada pula tambahan gejala lain yang kurang begitu umum namun juga dialami oleh sebagian pasien coronavirus seperti sifat lekas marah, kebingungan, penurunan kesadaran (kadang-kadang berhubungan dengan kejang), cemas, depresi, sulit tidur, hingga komplikasi.

Bersandar pada gejala di atas, sudah selayaknya kita sama-sama lebih peduli dengan kesehatan diri dan keluarga.

Kegiatan menjaga kesehatan sebenarnya ada banyak. Bisa kita mulai dari rutin hidup bersih, mengonsumsi makanan sehat, serta menambah asupan vitamin.

Contoh 2:

Begini Caraku Menaati Protokol Kesehatan Covid-19 di Rumah

Hai, teman-teman. Perkenalkan namaku Melati. Saat ini aku duduk di kelas VII SMP Negeri. Dalam kesempatan kali ini aku akan mengisahkan karangan tentang aktivitasku menaati protokol kesehatan Covid-19 dari rumah.

Sebagaimana kita ketahui bersama, pandemi di Indonesia kasusnya masih terus bertambah. Kurva data kasus masih terus meninggi, padahal banyak orang sudah melaksanakan kegiatan vaksinasi.

Maka dari itu, masing-masing dari kita perlu lebih peduli dengan kesehatan diri dan keluarga yang banyak hal darinya bisa dimulai dari rumah.

Aku sendiri juga sudah rutin menaati protokol kesehatan bersama keluarga di rumah. Kami mulai membiasakan perilaku 3M yaitu Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak.

Setiap kali bepergian ke warung dekat rumah maupun menjemput tugas ke sekolah, aku selalu menggunakan masker dan sebelum berangkat selalu mencuci tangan pakai sabun.

Pun demikian ketika tiba di sekolah. Aku tetap akan kembali cuci tangan atau minimal menyemprotkan hand sanitizer.

O ya, di depan rumah kami juga sudah tersedia tempat cuci tangan, sabun, hingga hand sanitizer beserta air bersih yang mengalir.

Sarana kesehatan tersebut sengaja keluarga kami siapkan agar tamu-tamu atau tetangga yang singgah ke rumahku mau dan terbiasa untuk lebih dahulu mematuhi protokol kesehatan.

Kita semua tidak ada yang mau terkena Covid-19, pun demikian dengan jenis penyakit lainnya. Maka dari itu, usaha dan ikhtiar yang bisa dilakukan adalah menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Contoh 3:

Ceritaku dan Keluarga yang Membatalkan Liburan Karena Covid-19

Ceritaku dan Keluarga yang Membatalkan Liburan Karena Covid-19

Ceritaku dan Keluarga yang Membatalkan Liburan Karena Covid-19. Gambar oleh Alexandra_Koch dari Pixabay 

Sebelum tahun ajaran 2021/2022 dimulai, sebenarnya aku dan keluarga sudah bersiap untuk liburan. Kami sudah berencana melalukan perjalanan wisata ke Bali.

Ayahku pun pernah bercerita bahwa beliau sudah memesan 3 tiket pesawat plus 3 tiket hotel dengan lama liburan selama 7 hari.

Tapi, melihat pergerakan kasus corona yang terus bertambah, aku dan Ibuku pun cukup resah. Kami khawatir nanti ada apa-apa di jalan.

Bahkan, Ayahku pun telah membayangkan bahwa jikalau kami tetap pergi liburan ke luar provinsi, maka akan banyak penyekatan dan tes swab maupun antigen sepanjang perjalanan.

Contoh 4:

Begini Caraku Menjaga Diri dari Covid-19 di Sekolah

Hai, teman-teman. Perkenalkan namaku adalah Toni kelas IV SD Negeri. Aku baru saja selesai menulis karangan tentang Covid-19 Bahasa Indonesia dan sekarang akan menceritakannya kepada kalian.

Ya, tema yang aku bahas adalah cara menjaga diri dari Covid-19 di sekolah. Seperti yang kalian lihat dan lakukan bersama, setiap kali pergi ke sekolah kita wajib mencuci tangan pakai sabun.

Sebelum itu, aku dan siapa saja orang yang datang ke SD harus memakai masker. Di dalam tas sekolah, Ibuku bahkan menyiapkan 3 masker untuk mengantisipasi jika masker yang aku pakai sudah kotor.

O ya, di sekolah pula aku berusaha semaksimal mungkin agar tidak berjabat tangan serta menjaga jarak dengan teman.

Tidak enak dan tidak seru rasanya, tapi kesehatan tetap hal yang paling utama.

Minimal aku sudah senang karena sudah bisa berjumpa, berbicara, dan bertatap muka baik dengan teman maupun Bapak/Ibu guru di sekolah.

Akhir kata, harapan kita bersama tetaplah sama, bahwa semoga kita semua tetap sehat, rutin menjaga kesehatan, taat dengan protokol kesehatan, dan semoga Covid-19 segera pergi dari Indonesia.

***

Oke. Demikianlah tadi sajian dari Guru Penyemangat tentang contoh cerita plus karangan tentang Covid-19 Bahasa Indonesia.

Perlu dipahami bahwa tulisan di atas hanyalah contoh yang bisa dikembangkan oleh siswa maupun guru dengan data maupun gaya bahasa sendiri.

Sejatinya menulis cerita maupun karangan itu tidaklah sulit. Kita cukup menetapkan tema yang menjadi ide pokok dari cerita.

Jika masih bingung dengan judul, maka tulis saja terlebih dahulu karangan berdasarkan pengalaman pribadi dan data-data tentang Covid-19.

Setelah selesai, baru kita tulis judul yang mewakili isi dan pesan dari cerita singkat. O ya, jangan lupa baca dan cermati kembali karanganmu sebelum dikumpulkan kepada guru.

Salam.

Baca juga: Karangan Tentang Kegiatan Belajar di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

2 komentar untuk "Contoh Cerita dan Karangan Tentang Covid-19 Bahasa Indonesia Singkat Beserta Cara Menulisnya"

Berkomentarlah sesuai dengan postingan artikel. Mohon maaf, link aktif di kolom komentar tidak akan disetujui.

Diperbolehkan mengutip sebagian tulisan di blog ini dengan catatan menyertakan sumber Gurupenyemangat.com atau link artikel terkait.