Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Contoh Cerita Tentang Penerapan Sila Persatuan Indonesia [Tema: Merawat Kebun atau Tanaman]

Cerita Tentang Penerapan Sila Persatuan Indonesia [Tema Merawat Kebun atau Tanaman]
Cerita Tentang Penerapan Sila Persatuan Indonesia [Tema Merawat Kebun atau Tanaman] Dok. Gurupenyemangat.com

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh! Begitulah kira-kira jargon yang sering kita dengar baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Sebagai dasar negara, nilai-nilai Pancasila memang wajib untuk diamalkan. Yup, kita walau berbeda suku, ras, agama, dan budaya, tetap saja tinggal di Bumi Pertiwi, kan?

Itulah yang namanya Bhinneka Tunggal Ika.

Sekarang kita akan berkisah tentang sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Apakah dalam menerapkan sila ini kita harus ikut berperang dan semuanya jadi TNI?

Ternyata tidak.

Menerapkan sila Persatuan Indonesia bisa dimulai dari hal-hal sederhana, misalnya merawat kebun atau tanaman. Kita coba hadirkan cerita, ya?

Sebagai contoh saja, karena mungkin ada sebagian dari kita yang cukup kesulitan dalam mengarang atau menceritakan pengalaman pribadi yang berkaitan dengan sila ketiga Pancasila.

Berikut Gurupenyemangat.com akan sajikan 3 contoh. Silakan disimak saja, ya:

Contoh Cerita Penerapan Sila Persatuan Indonesia Tentang Merawat Kebun atau Tanaman

Contoh 1:

Membuat Taman Bunga di Depan Ruang Kelas

Membuat Taman Bunga di Depan Ruang Kelas
Membuat Taman Bunga di Depan Ruang Kelas. Dok. Gurupenyemangat.com

Hari ini adalah minggu kedua kami memulai tahun ajaran baru 2021/2022 di Sekolah Dasar Negeri. Setelah belasan hari berlibur di rumah, akhirnya kita bisa kembali bersekolah.

Meski begitu, aku lihat suasana sekolah sudah tidak begitu elok dipandang. Rumput halaman sudah tumbuh tinggi nan menjulang, sedangkan bunga-bunga di depan kelas sudah berkurang.

Sebagai rumah bersama, tampaknya keadaan sekolah sudah tidak seasri sebelumnya.

Alhasil, tiba-tiba saja kami para siswa diminta untuk berbaris di lapangan untuk mendengar pengumuman dari Kepala Sekolah dan Dewan Guru.

Selain mengucapkan selamat karena sudah berhasil naik ke kelas dengan tingkat yang lebih tinggi, Kepala Sekolah juga meminta kami untuk memperindah halaman depan kelas.

Ya, kami pun bernisiatif untuk membuat taman yang diisi dengan berbagai varian bunga.

Keesokan harinya, aku dan teman-teman pun telah menyiapkan bunga. Terlihat dari jauh, ternyata Bapak/Ibu Guru juga sudah menyiapkan pupuk.

Bunganya ada bermacam-macam mulai dari bunga mawar, bunga melati, bunga kamboja, bunga kenanga, hingga aglonema.

Pada saat itu pula kami pun bergotong-royong dan saling bekerja sama untuk meracik taman bunga yang indah di depan kelas.

Tidak ketinggalan, para Dewan Guru bahkan Kepala Sekolah pun ikut membantu kami. 

Bersama-sama kita menerapkan nilai-nilai Persatuan Indonesia dengan menanam dan merawat taman bunga. Sekolah kami jadi semakin cantik dan asri, kegiatan belajar pun jadi nyaman.

Contoh 2:

Membuat Tanaman Apotek Hidup di Depan Ruang UKS

Membuat Tanaman Apotek Hidup di Depan Ruang UKS
Membuat Tanaman Apotek Hidup di Depan Ruang UKS. Dok. Gurupenyemangat.com

Anak-anak, bagaimana bila besok kita membuat tanaman apotek hidup di depan UKS. Adakah yang setuju?

Waktu itu kami sedang asyik mengobrol bersama Wali Kelas 6. Kebetulan kami sedang belajar materi tentang lingkungan dan kesehatan seraya berencana membuat tanaman apotek hidup.

Ya, soalnya di halaman depan UKS terlihat kosong. Hanya ada rumput liar dan beberapa tanaman bunga dalam pot. Kurang lengkap rasanya jika tidak kami tambahkan tanaman obat.

Alhasil, saat itu juga kami para siswa berbagi tugas. Ada siswa yang diminta membawa beberapa tanaman obat, ada pula yang diminta untuk membawa tanah dan pupuk kompos.

Keesokan harinya, aku lihat ada banyak sekali jenis tanaman obat. Ada jahe, kumis kucing, kunyit, temulawak, hingga daun sirih.

Tanpa berpikir panjang, pada pagi hari itu pula kami bersama-sama membuat lahan kecil untuk ditanami tumbuhan apotek hidup.

Ada pembagian tugas baik dari siswa maupun guru. Kami dibagi 3 kelompok. Kelompok 1 membersihkan lahan mini dan menggemburkan tanah, kelompok 2 menaruh pupuk kompos bersama guru, dan kelompok 3 menyusun tanaman apotek hidup akan enak dipandang.

Hanya butuh waktu 2 jam, akhirnya pekerjaan kami selesai. Memang benar bahwa bekerja secara bersama-sama itu menjadikan urusan kita semakin ringan. Soalnya semuanya jadi bersatu.

Syukur sekarang di sekolah kami sudah ada banyak tanaman obat. Bisa digunakan untuk belajar, untuk obat, juga untuk bumbu masakan.

Contoh 3:

Gotong-Royong Merawat Kebun Singkong Kepunyaan Masjid

Gotong-Royong Merawat Kebun Singkong Kepunyaan Masjid
Gotong-Royong Merawat Kebun Singkong Kepunyaan Masjid. Dok. Gurupenyemangat.com

Hari itu adalah hari Jumat. Kebetulan sekali tanggal merah sehingga kami libur sekolah. Pagi-pagi sekali, ada temanku dari pihak Remaja Masjid bertamu seraya mengajakku untuk membantu membersihkan kebun singkong di samping masjid.

Karena waktu itu aku juga sedang santai dan cuma ada aktivitas rebahan, maka kuputuskan untuk langsung ikut bantu-bantu di masjid. Lumayan, kan. Hari Jumat kita bisa menambah pahala. Mudah-mudahan berkah.

Sesampainya di kebun singkong, ternyata banyak pula remaja seusiaku (SMP) yang sudah hadir lebih dulu. Mereka ada yang membawa cangkul, arit, dan juga karung.

Tanpa menunggu lama, pada pagi hari itu pula kami langsung berbagi tugas. Ada kelompok remaja yang menebas semak belukar menggunakan arit dan parang, lalu ada pula kelompok yang merumput di sekitar kebun singkong.

Sedangkan aku? Sibuk makan singkong. Eh, maksudku aku ikut membantu mengumpulkan dan membuang sampah. Hehehe

Jujur saja, rumput di sekitaran kebun singkong samping masjid ini juga semakin tinggi. Bahkan, sampahnya juga cukup banyak.

Kalaulah urusan ini dikerjakan hanya oleh pengurus masjid seorang, rasanya akan sangat lama untuk diselesaikan.

Penting untuk merawat kebun singkong dan membersihkan area di sekitar masjid. Harapannya singkong ini terus sehat dan umbinya besar-besar.

Karena bekerja sama, pekerjaan kami pun jadi lebih mudah, dan yang terpenting adalah cepat untuk diselesaikan. Sungguh indah nilai-nilai Persatuan Indonesia.

***

Oke, demikianlah tadi contoh cerita singkat yang berkaitan dengan penerapan sila ketiga Pancasila.

Sejatinya, pengalamalan nilai-nilai Persatuan Indonesia bisa kita wujudkan di mana saja dan kapan saja. Tidak memandang umur, juga tidak memandang jenis pekerjaan.

Segala aktivitas yang berat akan jadi semakin ringan jika semua pihak bersatu dan sama-sama saling membantu.

Dengan adanya kegiatan saling membantu baik di sekolah maupun di masyarakat, hidup kita akan semakin tenteram, rukun, dan damai.

Salam.

Lanjut Baca: Cerita Singkat Tentang Pengalaman Berbuat Baik Kepada Orang Lain

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Contoh Cerita Tentang Penerapan Sila Persatuan Indonesia [Tema: Merawat Kebun atau Tanaman]"

Promo Cashback & Voucher Shopee