Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Guru Permisif dan Pengaruhnya bagi Perkembangan Siswa

Beda guru, beda pula tipe mengajarnya. Itu wajar. Terkadang ada guru yang mengajar secara tulus, ada pula yang setengah hati. 

Kalau tulus, jelas tak masalah. Tapi kalau setengah hati? Permisif misalnya, maka keberadaan guru cukup berpengaruh bagi perkembangan siswa.

Guru Permisif dan Pengaruhnya Bagi Perkembangan Siswa

Guru Permisif dan Pengaruhnya Bagi Perkembangan Siswa
Ilustrasi Guru Permisif. Diolah dari Pixabay

Permisif berarri bebas, suka membolehkan, dan membiarkan. Sepertinya jika diarahkan kepada guru, permisif mengandung pengertian bahwa guru itu mengajar dengan cara yang serba membolehkan, mengizinkan, dan membiarkan. 

Yang dibiarkan adalah siswanya. 

Jadi, guru hanya fokus untuk menyampai materi pembelajaran yang sudah direncanakan sebelum pembelajaran dimulai.

Barangkali di sini, siswa tidak menjadi bahan perhatian guru yang permisif melainkan menjadi penonton. 

Guru ini mirip seperti robot yang jika digerakkan oleh siswa baru akan menanggapi dan mengurusi jalannya pembelajaran. 

Sontak saja, hal ini bukanlah harapan dalam pembelajaran. Apalagi untuk membentuk pembelajaran yang menyenangkan.

Guru yang permisif cenderung memberikan kebebasan pada siswa untuk melakukan apa yang mereka mau. 

Guru bersikap acuh tak acuh dan masa bodoh terhadap siswa didik. Selain itu, guru juga kurang memperhatikan kegiatan belajar siswa didiknya. Guru membiarkan siswa tidak tahu cara mengajar yang baik dan benar.

Guru permisif tidak tegas terhadap aturan yang dibuat, membiarkan siswa-siswa meraba-raba dalam situasi yang tidak menentu, dan guru membiarkan mereka untuk menanggulangi masalah mereka sendiri tanpa bimbingan atau pengendalian. 

Tidak bisa dibayangkan apa yang akan terjadi jika guru bersikap seperti ini. perbuatan dan tingkah laku siswa yang tanpa batas bisa mengancam hak-hak orang lain, baik di dalam kelas atau pun di luar kelas/sekolah. 

Bukankah kelas dan sekolah adalah suatu sistem pranata sosial yang di dalamnya terdapat banyak peraturan dan norma-norma yang berlaku? Ini masalah. Kehadiran guru permisif adalah masalah.

Menurut Nini Subini, banyak dampak negatif yang terjadi pada siswa yang mungkin ditimbulkan akibat seorang guru yang permisif, antara lain:

  • Siswa-siswa cenderung meremehkan sesuatu kejadian, atau tidak melakukan apa-apa sama sekali.
  • Siswa-siswa cenderung untuk malas dan menunda pekerjaan.
  • Menukar dan mengganti susunan kelompok tanpa melalui prosedur yang sebenarnya.
  • Menukar kegiatan salah satu siswa didik, digantikan oleh orang lain.
  • Mengalihkan tanggung jawab kelompok kepada seorang anggota.

Tambahku, bahwasannya pengaruh ini akan lebih berdampak negatif jika siswa menerapkannya di luar sekolah. 

Sikap ini akan menimbulkan kekacauan kepribadian siswa dan senantiasa mengarah kepada sifat-sifat yang negatif. Jika terpelihara seperti demikian, siswa berpengaruh terhadap penerimaan siswa dilingkungan sosial dan pertemanan. 

Sejadi-jadinya, siswa malah tidak akan dipercaya oleh khayalak umum karena siswa diajarkan oleh guru yang sukanya membiarkan. 

Jadi, siswa tidak akan merasa dirinya bertanggungjawab atas tugas yang diberikan guru maupun teman-temannya. 

Toh, tidak akan dikoreksi dan tidak ada penghargaannya. Pemikiran siswa yang seperti ini akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain yang telah mempercayai dan meletakkan kepercayaan di pundaknya.

Salam.

Taman baca.

Nini Subini, Awas Jangan Jadi Guru Karbitan, Kesalahan-Kesalahan Guru dalam Pendidikan dan Pembelajaran, Yogyakarta: Javalitera, 2012

Guru Penyemangat
Guru Penyemangat Menulislah untuk menebar manfaat kepada seluruh alam, karena menuangkan kata-kata juga merupakan jalan ninja menuju kebaikan.

Posting Komentar untuk "Guru Permisif dan Pengaruhnya bagi Perkembangan Siswa"

Promo Cashback & Voucher Shopee